Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jum'at, 26 Juni 2026 - 11:17 WIB
loading...
Teheran tuduh NATO terlibat dalam perang gabungan AS-Israel melawan Iran. Foto/White House
A
A
A
TEHERAN - Teheran telah menuduh NATO terlibat dalam perang gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Tuduhan itu muncul setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte blakblakansoal dukungan sekutu untuk Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Menanggapi kritik Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu karena tidak mendukung perang melaan Iran, Rutte mengatakan kepada Fox News bahwa ratusan pesawat Amerika lepas landas dari pangkalan di Italia.
Baca Juga: Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Masa jabatan kedua Trump ditandai dengan ketegangan dengan sekutu NATO, yang telah mengecam keengganan negara-negara aliansi membantu Washington melawan Teheran.
"Negara demi negara, sekutu demi sekutu, telah menyediakan pangkalan mereka untuk Epic Fury," kata Rutte kepada Fox News, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran.
"Lima ratus pesawat AS lepas landas dari pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury," katanya lagi.
Trump sebelumnya mengatakan kepada Rutte bahwa dia "dikecewakan" oleh anggota aliansi yang tidak mendukung perangnya melawan Iran.
Rutte juga mengatakan kepada Fox News bahwa Rumania mengurangi penerbangan komersial dan pesawat terbang karena mereka harus menggunakan bandara untuk fasilitas pesawat tanker Amerika selama perang melawan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam pengakuan bos NATO tentang "keterlibatan aktif" sekutu dalam apa yang dia sebut sebagai "perang yang melanggar hukum".
"Ini adalah pengakuan yang jelas dan memberatkan tentang keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi yang melanggar hukum terhadap negara anggota PBB yang berdaulat," tulis Baqaei di X.
"NATO melakukan pelanggaran mencolok terhadap norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip inti Piagam PBB," paparnya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2026).
Italia dengan cepat menjauhkan diri dari pernyataan Rutte, yang menurut Kementerian Pertahanan telah memberikan pesan yang sepenuhnya menyesatkan dengan membingungkan jenis penerbangan yang diizinkan.
Disebutkan bahwa Italia hanya mengizinkan penerbangan AS yang bersifat “teknis dan logistik” selama operasi Epic Fury berdasarkan perjanjian yang ada dengan Amerika Serikat.
Menanggapi kritik Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu karena tidak mendukung perang melaan Iran, Rutte mengatakan kepada Fox News bahwa ratusan pesawat Amerika lepas landas dari pangkalan di Italia.
Baca Juga: Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Masa jabatan kedua Trump ditandai dengan ketegangan dengan sekutu NATO, yang telah mengecam keengganan negara-negara aliansi membantu Washington melawan Teheran.
"Negara demi negara, sekutu demi sekutu, telah menyediakan pangkalan mereka untuk Epic Fury," kata Rutte kepada Fox News, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran.
"Lima ratus pesawat AS lepas landas dari pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury," katanya lagi.
Trump sebelumnya mengatakan kepada Rutte bahwa dia "dikecewakan" oleh anggota aliansi yang tidak mendukung perangnya melawan Iran.
Rutte juga mengatakan kepada Fox News bahwa Rumania mengurangi penerbangan komersial dan pesawat terbang karena mereka harus menggunakan bandara untuk fasilitas pesawat tanker Amerika selama perang melawan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam pengakuan bos NATO tentang "keterlibatan aktif" sekutu dalam apa yang dia sebut sebagai "perang yang melanggar hukum".
"Ini adalah pengakuan yang jelas dan memberatkan tentang keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi yang melanggar hukum terhadap negara anggota PBB yang berdaulat," tulis Baqaei di X.
"NATO melakukan pelanggaran mencolok terhadap norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip inti Piagam PBB," paparnya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2026).
Italia dengan cepat menjauhkan diri dari pernyataan Rutte, yang menurut Kementerian Pertahanan telah memberikan pesan yang sepenuhnya menyesatkan dengan membingungkan jenis penerbangan yang diizinkan.
Disebutkan bahwa Italia hanya mengizinkan penerbangan AS yang bersifat “teknis dan logistik” selama operasi Epic Fury berdasarkan perjanjian yang ada dengan Amerika Serikat.
(mas)
Lihat Juga :