Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 5 Faktanya
1. Tidak Ada Capres yang Meraih 50%
Melansir Al Jazeera, putaran pertama pemilihan presiden diadakan pada 31 Mei. Baik Abelardo de la Espriella dari gerakan sayap kanan Pembela Tanah Air dan Senator Ivan Cepeda dari partai penguasa Pakta Bersejarah – tidak memperoleh setidaknya 50 persen suara, sehingga diadakan putaran kedua pada hari Minggu.De la Espriella menang tipis dengan 49,66 persen suara atas Cepeda yang memperoleh 48,7 persen, menurut hasil sementara yang dirilis pada hari Senin oleh Registri Nasional, yang mengelola penghitungan suara.
Selisih yang sangat tipis ini kurang dari 1 persen dari total suara dan merupakan salah satu pemilihan paling ketat di Kolombia.
2. Trump Ikut Campur Mendukung Capres Tertentu
De la Espriella, 47 tahun, yang didukung Trump, akan menjabat pada 7 Agustus. Pengacara kriminal ini adalah seorang miliarder yang berkampanye dengan kebijakan keamanan yang lebih ketat dan anti-kiri. Ia juga memiliki kewarganegaraan AS.Kemenangan De la Espriella merupakan bagian dari tren terkini negara-negara Amerika Latin yang memilih pemimpin populis sayap kanan yang pro-Trump. Javier Milei dari Argentina, Nasry “Tito” Asfura dari Honduras, Nayib Bukele dari El Salvador, dan Laura Fernandez Delgado dari Kosta Rika semuanya memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Trump.
3. Ada Manipulasi Langsung
Petro menggunakan X untuk mengecam dalam serangkaian unggahan apa yang menurutnya merupakan kecurangan pemilu yang dilakukan dengan bantuan Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.Petro mengatakan ada bukti manipulasi Formulir E-14, penghitungan resmi tulisan tangan dari lembar yang diisi oleh petugas pemilu di setiap tempat pemungutan suara.
Lihat Juga :