Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:59 WIB
loading...
Trump Ancam Tak Tolong...
Presiden AS Donald Trump mengancam tak akan menolong negara-negara NATO karena telah menolak membantu Amerika melawan Iran. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengancam tidak akan menolong negara-negara NATO jika minta pertolongan. Ini sebagai respons atas apa yang dia gambarkan sebagai kurangnya dukungan dari negara-negara aliansi untuk operasi militer Amerika terhadap Iran.

"Kami telah menghabiskan semua uang ini. Dan kemudian ketika kami mungkin ingin mendapatkan bantuan untuk hal-hal kecil...mereka mengatakan tidak, kami lebih suka tidak menolong," kata Trump selama konferensi pers di Oval Office pada hari Senin, yang dilansir AFP, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz

"Sungguh bodoh mengatakan itu, karena kami bisa mengatakan itu kepada mereka jika kami mau, dan mungkin saja kami akan melakukannya," imbuh Trump.

Meskipun hubungan AS dengan aliansi NATO tegang, Trump dijadwalkan akan menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, bulan depan.

Trump, dalam konferensi pers, juga mengatakan bahwa setiap pencabutan sanksi yang diberikan kepada Iran akan sebagian besar menguntungkan petani Amerika, sambil memperingatkan bahwa Teheran harus mematuhi komitmennya atau menghadapi konsekuensi.

Trump mengatakan lebih dari 90 juta penduduk Iran menghadapi kerawanan pangan yang parah dan bahwa uang yang diperoleh dengan mencabut sanksi akan digunakan untuk impor pertanian dari AS.

"Jika sanksi dicabut, uang akan masuk ke negara ini," kata Trump. "Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan, yang sangat mereka butuhkan...Uang yang kita cabut akan diberikan kepada petani kami, sebagian besar kepada petani kami."

Trump mengatakan Selat Hormuz benar-benar terbuka, mengeklaim bahwa AS mencatat transit minyak harian tertinggi sepanjang masa melalui jalur perairan tersebut pada hari Minggu.

"Kami menerima lebih banyak minyak kemarin daripada yang pernah kami terima, yang pernah melewati selat itu," katanya.

"Kami akan lihat bagaimana semuanya berjalan, tetapi kami memiliki dua hal: kami memiliki Selat [Hormuz] yang terbuka, dan kami memiliki negara yang tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," imbuh dia.

"Saya pikir blokade itu lebih berdampak daripada menjatuhkan bom," papar Trump.

Mengenai perjanjian nuklir Iran yang lebih luas, Trump mengeluarkan peringatan langsung kepada Teheran, mengatakan Washington akan merespons jika Iran gagal menghormati komitmennya.

"Jika Iran tidak memenuhi perjanjian mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," katanya.

Mengenai Lebanon, Trump ditanya tentang pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa pasukan Israel tidak akan menarik diri dari negara itu.

"Saya adalah pemecah masalah, saya menyelesaikan masalah dengan sangat cepat, termasuk dengan Bibi (Netanyahu)," kata Trump.

AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh pekan lalu, meluncurkan jendela negosiasi 60 hari untuk menyelesaikan perselisihan termasuk nasib persediaan uranium yang diperkaya Iran, program nuklirnya, dan masalah lain yang belum terselesaikan.

Dokumen 14 poin tersebut menyerukan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, penghapusan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran, dan jalur aman bagi kapal komersial melalui Selat Hormuz.

Rencana tersebut juga mencakup rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran senilai minimal USD300 miliar, pengecualian ekspor minyak, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan penegasan kembali oleh Teheran bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved