Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'

Jum'at, 19 Juni 2026 - 09:14 WIB
loading...
A A A
Kontributor Fox News, Marc Thiessen, menyebut ketentuan rekonstruksi dalam rencana itu sebagai “bencana", dan menyamakannya dengan menawarkan “Marshall Plan untuk membangun kembali Jerman sementara Nazi masih berkuasa.”

Pembawa acara Fox News, Mark Levin, menulis di X bahwa memorandum tersebut “MEMBUTUHKAN PERUBAHAN SERIUS JIKA TIDAK SAMA SEKALI DIBATALKAN.”

Kecaman dari para pendukung perang Iran kemungkinan akan meningkat. Lebih buruk lagi bagi Trump, bahkan para politisi Partai Demokrat anti-perang pun ingin menyerangnya atas kesepakatan yang tampaknya membuat Iran lebih kuat dari sebelumnya.

“Ini benar-benar penghinaan,” kata Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat.

“Tapi ini adalah penghinaan yang diperlukan. Perang hanya akan semakin buruk. Iran akan semakin kuat. Jadi pada dasarnya saya akan mendukung kesepakatan apa pun yang mengakhiri perang ini. Tapi jujur saja, kita sedang menyerah," paparnya.

Partai Demokrat menghadapi dilema pesan: Mereka benar untuk mengecam Trump atas “ekskursi” yang gagal di Iran, dan itu bisa menjadi narasi yang efektif bagi para pemilih menjelang pemilu paruh waktu. Tetapi bersikeras pada kesepakatan yang jauh kurang memalukan dapat memperpanjang perang. Untuk itu, mereka harus berhati-hati.

Bagaimanapun juga, Trump pasti merasakan tekanan yang sama seperti yang dialami presiden AS lainnya setelah setiap perang berkepanjangan dan gagal sejak Perang Dunia II: Mereka tahu bahwa mengakhiri perang adalah satu-satunya tindakan yang masuk akal, tetapi mereka takut kehilangan muka karena dikritik habis-habisan oleh pers dan aktivis perang abadi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Palestina: Militer Israel...
Palestina: Militer Israel Kuasai 80% Wilayah Gaza
Rekomendasi
Kilas Balik: Lamine...
Kilas Balik: Lamine Yamal Masih Bayi saat Dimandikan Messi, Kini Bentrok di Final Piala Dunia 2026
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
Profil Chatarina Girsang,...
Profil Chatarina Girsang, Jaksa yang Ikut Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved