Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:20 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan bahwa Netanyahu berusaha meminimalkan krisis dalam hubungannya dengan Trump, yang secara mencolok dia hindari untuk dipuji seperti biasanya, dengan mengatakan: “Benar. Tetapi dalam keluarga terbaik, perbedaan pendapat biasanya tidak disertai dengan penghinaan, pelecehan, dan pengabaian publik setiap hari yang datang dari presiden Amerika yang semakin tidak sabar.”

Verter selanjutnya menuduh Netanyahu membuat campuran setengah kebenaran, melebih-lebihkan, dan manipulasi yang mendominasi acara tersebut seperti “kami menghancurkan Angkatan Laut Iran.”

Dia juga menantang pernyataan Netanyahu bahwa Israel mencegah Pasukan Radwan Hizbullah menyerang Israel, menyebutnya sebagai “kebohongan belaka".

Verter mengatakan Netanyahu mengeklaim bahwa Angkatan Udara Israel dan Amerika telah menimbulkan kerusakan kumulatif pada Iran senilai "ratusan miliar dolar—beberapa memperkirakan satu triliun dolar."

Dia menyimpulkan bahwa konferensi pers Netanyahu "menunjukkan kekalahan", menambahkan bahwa bahkan ketika dia menyatakan akan "mencalonkan diri dan menang" dalam pemilu Israel berikutnya, dia sendiri terdengar agak skeptis.

"Pertunjukan Netanyahu Telah Berakhir"


Kolumnis Maariv, Ben Caspit, menulis sebuah artikel berjudul: “Pertunjukan Netanyahu telah berakhir: Trump mengorbankannya.”

Caspit mempertanyakan peringatan berulang Netanyahu bahwa Israel telah “lolos dari kematian yang pasti”, dan bertanya siapa yang pertama kali menempatkan negara itu dalam posisi tersebut.

Dia berpendapat bahwa penggunaan ancaman “pemusnahan” dimaksudkan untuk mengaburkan tanggung jawab atas kegagalan Israel terkait Iran.

“Sekali lagi, Israel ditinggalkan di luar gambar,” imbuh dia.

Netanyahu telah dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional sejak 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza selama perang genosida Israel, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 173.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Caspit mencatat bahwa Netanyahu tidak menyebut nama Trump selama konferensi persnya, bahkan selama sesi tanya jawab.

“Dia juga mengakui bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang perjanjian yang ditandatangani secara elektronik tanpa sepengetahuannya,” tulis Caspit. “Ini mengingatkan kita pada perjanjian lain yang ditandatangani pada tahun 2015.”

“Netanyahu selalu berakhir di posisi yang sama,” lanjutnya. “Dia disingkirkan, dikorbankan, dan dibiarkan berdiri di lorong seperti anak yang dimarahi menunggu vonis yang disampaikan tanpa kehadirannya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Bak Film Twilight Saga,...
Bak Film Twilight Saga, Ini Penyebab Langit Kanada Berubah Jadi Oranye
Rekomendasi
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved