Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz tak akan lagi seperti dulu. Foto/X
A A A
TEHERAN - Melewati Selat Hormuz, kapal-kapal Iran dipresentasikan sebagai hasil nyata pertama dari nota kesepahaman politik dengan Amerika Serikat. Ini adalah tanda kemajuan karena bagi Iran , pencabutan blokade dianggap sebagai langkah pertama untuk melanjutkan nota kesepahaman tersebut.

Di kalangan masyarakat Iran, terdapat reaksi beragam terhadap nota kesepahaman AS-Iran. Terdapat ketidakpercayaan yang mendalam di antara masyarakat biasa, dan mereka menuntut verifikasi nyata bahwa komitmen akan dipenuhi.

Dan melewatinya kapal-kapal tanker minyak ini melalui Selat Hormuz dan ke perairan internasional berarti akan ada mata uang asing yang masuk ke negara dan akan ada pemulihan ekonomi yang baik.



Ini juga berarti ada pergerakan ke arah pengaturan ekonomi yang lebih luas antara Iran dan AS. Bagian integral atau sentral dari nota kesepahaman adalah bagaimana mengatur mekanisme untuk memulihkan ekonomi Iran, terutama dengan melonggarkan sanksi dan mencabut blokade angkatan laut.

Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya

1. Perang Hancurkan Tatanan Selat Hormuz

Saman Rezaei, kepala serikat pekerja maritim niaga Iran, mengatakan ia percaya sistem transit di Selat Hormuz "tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang", bahkan dengan berakhirnya krisis.

"Selama berabad-abad, selat ini telah menjadi tempat perlindungan yang aman bagi pelayaran niaga, tetapi perang ini telah menghancurkan tatanan dan struktur sebelumnya, dan kita harus menunggu tatanan baru dan peran yang lebih efektif bagi negara-negara pesisirnya," katanya kepada Al Jazeera.

2. Butuh Proses yang Panjang

Rezaei, yang menjabat sebagai sekretaris jenderal Serikat Pelaut Niaga Iran (IMMS), afiliasi dari Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), mengatakan bahwa industri pelayaran global percaya bahwa pemulihan penuh kondisi normal di selat tersebut bisa menjadi "proses yang panjang dan tidak pasti".

Pemulihan tersebut, menurutnya, bergantung pada "konvergensi penilaian" berdasarkan "perdamaian berkelanjutan, pengurangan ancaman yang nyata, dan beberapa siklus transit tanpa insiden".

3. Butuh Dana Besar

Mengenai jangka waktu spesifik, Rezaei mencatat bahwa ITF mengatakan hal itu bisa memakan waktu "minggu, bahkan berbulan-bulan" karena tumpukan kapal yang sangat besar dan kebutuhan untuk mengganti awak kapal.

"Selain itu, beberapa aset utama Otoritas Pelabuhan dan Transportasi serta Otoritas Perdagangan dan Minyak di kedua sisi Teluk telah rusak akibat perang, yang membutuhkan pendanaan yang signifikan, dan waktu untuk memperbaiki dan membangun kembali," tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved