Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:40 WIB
loading...
A A A
Estonia, Latvia, dan Lithuania, bersama dengan Polandia, telah menghadapi peningkatan agresi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, seperti serangan pesawat tak berawak, yang dikhawatirkan oleh para pejabat Barat dapat menjadi pendahuluan bagi serangan.

Respons defensif apa pun oleh NATO terhadap serangan Rusia akan sangat besar, karena itu akan sama dengan "32 melawan X", imbuh Neumann, merujuk pada 32 kekuatan aliansi Barat.

Meskipun selama beberapa dekade terjadi kurangnya investasi di militer Jerman, yang sekarang dengan cepat dibalikkan, dia bersikeras bahwa Angkatan Udara siap untuk "bertempur malam ini" jika Rusia melancarkan serangan.

"Bertempur malam ini berarti jika seseorang menghubungi saya sekarang dan mengatakan kami memiliki situasi berikut di sini, kami harus siap sekarang—dan kami siap," katanya.

“Kami akan masuk dengan semua yang kami miliki di Jerman, Angkatan Udara, tetapi juga di NATO, untuk membela negara kami, nilai-nilai kami, penduduk kami, dan aliansi kami.”

Neumann memimpin Angkatan Udara dari Kommando Luftwaffe, yang merupakan Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) selama Perang Dingin, dan sebelumnya merupakan akademi pelatihan untuk pilot tempur Nazi.

Selama Perang Dunia II, pilot yang kemudian melancarkan serangan udara ke London selama Blitz dilatih oleh Reichsmarschall Hermann Göring. Ironisnya, mengingat misi yang dilakukan oleh murid-muridnya, akademi era Nazi tersebut dimodelkan berdasarkan RAF Cranwell di Lincolnshire.

Hari ini, sejarah pangkalan tersebut berbalik: kepala Luftwaffe mengatakan Jerman akan dengan senang hati melindungi langit Inggris, jika bantuan diminta.

Neumann merasa terikat dengan RAF, karena dia pernah berlatih di RAF Cottesmore di Rutland.

“Inggris adalah sekutu NATO, jadi jika situasi seperti itu terjadi, maka NATO dapat mengerahkan aset pertahanan udara ke Inggris Raya untuk memberikan perlindungan," paparnya.

“Karena ini adalah tugas NATO, tentu saja kami akan berada di sana. Apakah Inggris perlu meningkatkan kemampuannya sendiri, itu adalah pertanyaan untuk Marsekal Kepala Angkatan Udara [RAF] Sir Harv Smyth," imbuh dia.

Menurut laporan The Telegraph, empat tahun setelah invasi skala penuhnya ke Ukraina, Rusia belum memperoleh superioritas udara – kemampuan untuk melancarkan serangan udara di negara itu tanpa campur tangan musuh.

Telah ada spekulasi bahwa keengganan Rusia untuk mengerahkan Angkatan Udara-nya terkait dengan kekhawatiran akan kinerja yang buruk, dan masalah yang lebih luas seperti peralatan yang buruk, pelatihan, dan moral sebelum tahun 2022. Tetapi Neumann mengatakan akan sangat gegabah untuk langsung mengambil kesimpulan seperti itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Toyota Tegaskan AI dan...
Toyota Tegaskan AI dan Robot Tidak Akan Gantikan Manusia
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Infografis
Jenderal London: Tentara...
Jenderal London: Tentara Inggris Tidak Siap Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved