Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:16 WIB
loading...
A A A
Seperti China, Rusia secara konsisten menyerukan de-eskalasi sejak awal perang AS-Israel melawan Iran, dengan Moskow mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan".

Sejak dimulainya permusuhan pada akhir Februari, Putin dan Trump telah berbicara melalui telepon setidaknya tiga kali—pada bulan Maret, pada akhir April ketika Trump mengatakan Putin telah menawarkan bantuan untuk mengakhiri perang, dan lagi pada hari Minggu, ketika keduanya membahas memorandum yang hampir selesai, menurut ajudan Kremlin Yury Ushakov.

Moskow juga mengajukan kompromi nuklir, menawarkan untuk mengangkut dan menyimpan persediaan uranium yang diperkaya Iran di wilayah Rusia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa proposal tersebut telah dibahas, tetapi mengatakan Teheran belum siap untuk memasukkannya ke dalam agenda. "Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Rusia atas tawaran mereka dan atas niat mereka untuk membantu menyelesaikan masalah ini," katanya.

Di tengah kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh gangguan di Selat Hormuz, Putin awal bulan ini menolak apa yang disebutnya sebagai "spekulasi" bahwa Rusia telah muncul sebagai satu-satunya pemenang finansial dari konflik tersebut.

“Kenaikan harga minyak memang terjadi, tetapi bersifat sementara dan jangka pendek. Sementara itu, kami ingin membangun hubungan dengan mitra kami dalam jangka panjang. Dalam hal ini, kami tertarik pada berakhirnya konflik, dan sesegera mungkin,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Bikin Gemes! 5 Anak...
Bikin Gemes! 5 Anak Kucing 'Pemarah' Hibur Pengunjung Kebun Binatang
Rekomendasi
Kementerian Hukum Serahkan...
Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI kepada 7 Warga Keturunan Filipina di Bitung
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved