Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:16 WIB
loading...
Ini Alasan Trump Puji...
Presiden AS Donald Trump puji Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping atas terwujudnya kesepakatan damai Amerika dengan Iran. Foto/inews.co.uk
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memuji Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping atas peran mereka dalam mewujudkan kesepakatan damai Amerika dengan Iran. Menurut Trump, kedua pemimpin itu memiliki kontribusi dalam mewujudkan kesepakatan.

Moskow sebelumnya telah berulang kali menawarkan jasa mediasi dan mendesak semua pihak untuk meredakan ketegangan.

Baca Juga: Analis Israel: Kesepakatan AS dan Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran

Trump menyampaikan pujiannya dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, beberapa jam setelah dia mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Menurut laporan media AS dan Timur Tengah, nota kesepahaman (MoU) 14 poin yang disepakati mencakup ketentuan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol, pelonggaran sanksi AS, dan pencairan aset Iran. Upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan berlangsung di Jenewa pada hari Jumat pekan ini.

Iran juga diharapkan untuk menegaskan kembali janjinya untuk tidak mencari senjata nuklir, dengan perundingan nuklir terakhir akan selesai dalam waktu 60 hari.

Trump kemudian memuji Putin dan Xi Jinping atas kontribusi mereka dalam negosiasi. Dia menggambarkan Xi Jinping sebagai "seorang pria sejati".

"China tidak mengirimkan kapal tanker, bersama dengan 20 kapal perusak di setiap sisinya, untuk mencoba memecah blokade," kata Trump merinci kontribusi China. Menurutnya, jika China melakukan hal itu maka bisa membawa Washington dan Beijing ke ambang konflik terbuka.

Seperti China, Rusia secara konsisten menyerukan de-eskalasi sejak awal perang AS-Israel melawan Iran, dengan Moskow mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan agresi bersenjata yang tidak beralasan".

Sejak dimulainya permusuhan pada akhir Februari, Putin dan Trump telah berbicara melalui telepon setidaknya tiga kali—pada bulan Maret, pada akhir April ketika Trump mengatakan Putin telah menawarkan bantuan untuk mengakhiri perang, dan lagi pada hari Minggu, ketika keduanya membahas memorandum yang hampir selesai, menurut ajudan Kremlin Yury Ushakov.

Moskow juga mengajukan kompromi nuklir, menawarkan untuk mengangkut dan menyimpan persediaan uranium yang diperkaya Iran di wilayah Rusia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa proposal tersebut telah dibahas, tetapi mengatakan Teheran belum siap untuk memasukkannya ke dalam agenda. "Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Rusia atas tawaran mereka dan atas niat mereka untuk membantu menyelesaikan masalah ini," katanya.

Di tengah kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh gangguan di Selat Hormuz, Putin awal bulan ini menolak apa yang disebutnya sebagai "spekulasi" bahwa Rusia telah muncul sebagai satu-satunya pemenang finansial dari konflik tersebut.

“Kenaikan harga minyak memang terjadi, tetapi bersifat sementara dan jangka pendek. Sementara itu, kami ingin membangun hubungan dengan mitra kami dalam jangka panjang. Dalam hal ini, kami tertarik pada berakhirnya konflik, dan sesegera mungkin,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Berita Terkini
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved