3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Melansir The National Interest, ekspor minyak dan gas besar-besaran, sebagian besar ke Amerika Serikat, adalah alasan mengapa Alberta menyumbang 15 persen dari produk domestik bruto Kanada. Bahkan, provinsi ini sangat kaya sehingga pada dasarnya membiayai seluruh negara dengan jumlah USD15.000 per tahun per rumah tangga.

Hal ini mengganggu warga Alberta, terutama ketika seluruh Kanada berusaha membunuh angsa emas Alberta, memblokir jalur pipa dan memberlakukan pajak karbon hingga Alberta hanya menghasilkan sepersebelas dari rasio cadangan minyak Amerika Serikat, meskipun memiliki lebih banyak minyak di dalam tanah.

2. Provinsi Paling Konservatif di Kanada

Separuh lainnya adalah politik. Sebagian besar wilayah Kanada lainnya, terutama di timur, memandang warga Alberta sebagai orang udik yang tidak bergigi karena Alberta adalah provinsi paling konservatif di Kanada. Quebec memandang rendah Alberta seperti halnya California atau New York memandang rendah Mississippi atau North Dakota.

Dalam pemilihan terakhir, Partai Konservatif memenangkan 64 persen suara dan lebih dari 90 persen kursi federal, menempatkan Alberta dalam perselisihan terus-menerus dengan Ottawa, dalam segala hal mulai dari kepemilikan senjata api hingga kebebasan berbicara hingga agama.

Perbedaan tersebut sebelumnya mencapai puncaknya dalam protes para pengemudi truk pada tahun 2022 terhadap pembatasan COVID. Di Alberta, kerumunan orang memadati jalan raya, menyemangati para pengemudi truk. Di Ottawa, mantan Perdana Menteri Justin Trudeau menyita rekening bank mereka untuk mencoba membuat mereka kelaparan sambil menindak nenek-nenek dengan polisi anti huru hara.

Situasinya semakin memburuk dengan sejumlah undang-undang ujaran kebencian federal yang menargetkan kaum konservatif dan Kristen. Beberapa pendeta telah dituntut karena mengkritik homoseksualitas, termasuk seorang mantan anggota dewan sekolah yang didenda USD750.000 karena menyebut transgenderisme sebagai "secara biologis tidak masuk akal."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved