Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:28 WIB
loading...
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub. Foto/anadolu
A A A
TEPI BARAT - Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, mengkritik Amerika Serikat karena gagal memberikan visa kepadanya untuk menghadiri acara terkait Piala Dunia. Dia mengatakan penundaan tersebut mencerminkan ketidakpercayaan terhadap FIFA dan peran pemersatu olahraga tersebut.

Rajoub menghadiri pertandingan pembukaan Piala Dunia FIFA antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City pada hari Kamis. Namun dia tetap menjadi salah satu dari beberapa peserta terakreditasi yang telah ditolak visa AS atau masih menunggu persetujuan untuk memasuki negara tersebut.

Dalam pernyataan eksklusif kepada Anadolu dari Meksiko, Rajoub mengatakan ia belum menerima izin untuk memasuki Amerika Serikat meskipun ia berhak berpartisipasi dalam kegiatan Piala Dunia sebagai kepala Asosiasi Sepak Bola Palestina.

“Saya percaya peraturan FIFA, atau setidaknya tradisinya, mengharuskan setiap negara yang menjadi tuan rumah acara global untuk menghormati kewajibannya terhadap acara tersebut dengan memfasilitasi masuknya semua orang yang terkait dengannya,” kata Rajoub.

Ia mengatakan Piala Dunia adalah ajang olahraga terpenting di dunia dan partisipasi presiden federasi sepak bola dalam kegiatan terkait, termasuk Kongres FIFA, mengharuskan negara tuan rumah memfasilitasi masuknya mereka.

“Ini bukan suatu kebaikan dari pihak mereka; ini adalah hak, dan mereka berkewajiban untuk menjunjungnya,” katanya.

Rajoub berpendapat kegagalan untuk memfasilitasi masuknya peserta merusak prinsip-prinsip yang terkait dengan penyelenggaraan acara olahraga global.

“Melalui perilaku ini, mereka mencabut hak moral mereka sendiri untuk menjadi tuan rumah acara olahraga besar seperti itu,” ujar dia.

Rajoub mengatakan ia belum menerima persetujuan untuk memasuki AS dan menyebut orang lain mungkin menghadapi kesulitan serupa.

“Sampai saat ini, saya belum menerima persetujuan untuk masuk, dan saya yakin saya bukan satu-satunya. Ada banyak orang lain yang menghadapi masalah yang sama,” katanya.

Rajoub mengatakan masalah ini melampaui kasus individu dan memengaruhi nilai-nilai yang lebih luas yang dipromosikan oleh olahraga internasional.

“Saya melihat ini sebagai tanda tidak hormat bukan hanya terhadap FIFA, tetapi juga terhadap pesan olahraga yang menyatukan orang dan membangun jembatan di antara mereka. Pada akhirnya, ini adalah acara global, bukan acara yang hanya milik Amerika Serikat,” ungkap dia.

Masalah terkait visa baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran terhadap acara sepak bola internasional yang diselenggarakan AS.

Awal bulan ini, pejabat dari Federasi Sepak Bola Iran mengatakan mereka belum menerima visa AS untuk menghadiri kegiatan terkait Piala Dunia FIFA 2026.

Dalam kasus terpisah, wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan tidak dapat melakukan perjalanan ke AS untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia Antarklub FIFA karena permohonan visanya tidak disetujui tepat waktu, meskipun telah ditunjuk oleh FIFA untuk turnamen tersebut.

Kekhawatiran juga muncul tentang kemampuan beberapa pendukung untuk menghadiri kompetisi di AS. Laporan sebelumnya menunjukkan penggemar dari beberapa negara, termasuk Pantai Gading, mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan perjalanan ke negara tersebut karena pembatasan visa dan persyaratan masuk.

Amerika Serikat menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

Baca juga: Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Berita Terkini
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved