Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik

Jum'at, 12 Juni 2026 - 13:31 WIB
loading...
Beda dengan Pejabat...
Jenderal Alexus Grynkewich, komandan militer senior NATO, sebut Rusia tidak memiliki rencana untuk menyerang wilayah NATO. Foto/Departemen Perang AS
A A A
BERLIN - Jenderal Alexus Grynkewich, komandan militer senior NATO, mengatakan Rusia tidak memiliki rencana untuk menyerang wilayah NATO. Komentarnya ini berbeda dengan para Eropa yang curiga Moskow berniat menginvasi negara-negara aliansi.

Negara-negara anggota NATO secara individual telah mengadopsi rencana untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka secara drastis sejak 2022, dengan alasan perang Rusia di Ukraina. Namun, Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerang blok yang dipimpin Amerika Serikat (AS) tersebut kecuali diserang terlebih dahulu.

Baca Juga: Presiden Ceko: NATO Harus Tunjukkan Taringnya kepada Rusia!

“Saya telah mengamati intelijen dengan sangat cermat,” kata Jenderal Grynkewich, Komandan Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR), dalam diskusi panel di ILA Berlin Air Show pada hari Kamis, seperti dikutip dari Financial Times, Jumat (12/6/2026).

“Rusia tidak mencari konflik. Mereka memahami istilah ‘aliansi defensif', dan mereka memahami bahwa kita memiliki sejumlah keunggulan asimetris,” imbuh jenderal tersebut.

Beberapa pejabat di Barat telah menyatakan kekhawatiran bahwa Washington telah teralihkan oleh konflik berkepanjangan dengan Iran, dan bahwa rencana Presiden AS Donald Trump baru-baru ini untuk mengurangi jumlah pasukan Amerika yang ditempatkan di Jerman akan mengirimkan “sinyal yang salah” kepada Rusia.

Jenderal Carsten Breuer, perwira militer tertinggi Jerman, mengatakan kepada Politico pada hari Kamis bahwa NATO harus siap menghadapi potensi konfrontasi dengan Rusia pada tahun 2029, sambil membela program persenjataan ulang besar-besaran yang didukung oleh Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius.

Presiden Ceko Petr Pavel juga baru-baru ini mendesak blok tersebut untuk "menunjukkan taringnya" kepada Rusia, sementara Menteri Luar Negeri Lithuania Kestutis Budrys berpendapat bahwa NATO harus menunjukkan kesiapannya untuk menembus Wilayah Kaliningrad Rusia, sebuah eksklave di Laut Baltik.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam pernyataan para pejabat tersebut sebagai "hampir gila" dan bukti permusuhan "maniak" terhadap Rusia.

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin sekali lagi membantah niat Moskoww untuk menyerang wilayah NATO.

“Alasan apa yang kita miliki untuk menyerang Eropa dan melancarkan perang melawan NATO? Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, ini bukan hanya kegilaan murni tetapi juga provokasi yang disengaja,” katanya.

Mantan Kepala Angkatan Laut Jerman, Laksamana Madya (Purn) Kay-Achim Schoenbach, memperingatkan bahwa Uni Eropa dapat “berjalan tanpa sadar" menuju perang melawan Rusia dan berperan sebagai pihak yang berperang di Ukraina. Alasannya, Uni Eropa telah meninggalkan keterlibatan diplomatik dengan Rusia.

"Perdamaian dan stabilitas di Eropa hanya dapat dicapai bersama, dan bukan melawan, Rusia,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved