Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Jum'at, 12 Juni 2026 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Kematian Putri Bha terjadi di tengah gelombang kekecewaan yang semakin meningkat terhadap monarki di kalangan pemuda Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan ribu anak muda telah berdemonstrasi di Thailand untuk menuntut reformasi monarki serta hukum lèse-majesté yang keras yang melarang kritik terhadap keluarga kerajaan.
Di antara pendukung monarki, sang putri secara luas dipandang sebagai seseorang yang dapat mengembalikan rasa hormat kepada keluarga kerajaan yang telah menjadi tidak populer. Tidak seperti ayahnya, sang putri, yang masih lajang, tampaknya bebas dari skandal. Dia memiliki salah satu riwayat hidup yang paling gemilang di antara anak-anak raja, setelah bertugas sebagai diplomat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di Austria.
“Dia adalah harapan yang dapat membawa keluarga kerajaan ke masa depan,” kata Kasidit Ananthanathorn, seorang dosen yang mempelajari monarki di Universitas Ramkhamhaeng di Thailand.
Pada tahun 2019, raja menganugerahkan gelar kerajaan kepada Putri Bha dan dua saudara tirinya—Pangeran Dipangkorn Rasmijoti dan Putri Sirivannavari Nariratana. Gelar baru tersebut menandakan bahwa ketiganya berada dalam garis suksesi kerajaan.
Putri Sirivannavari (39), seorang perancang busana, adalah satu-satunya putri raja dengan istri keduanya dan, tidak seperti saudara laki-lakinya, tidak diasingkan dan dicabut gelarnya. Pangeran Dipangkorn (21) adalah satu-satunya anak raja dengan istri ketiganya, Srirasmi Suwadee, yang kemudian dituduhnya melakukan korupsi, dan diceraikan.
Saat ini, Raja Vajiralongkorn menikah dengan Ratu Suthida, mantan pramugari.
Komanya Putri Bha pada tahun 2022 meningkatkan spekulasi tentang kemungkinan kandidat lain untuk menggantikan ayahnya. Pada tahun 2023, dua putra yang telah ditolak raja, Vacharaesorn dan Chakriwat Vivacharawongse, secara mengejutkan kembali ke Thailand setelah hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat selama 27 tahun, memicu spekulasi bahwa mereka mungkin sedang berupaya untuk dipertimbangkan. Tetapi Juni lalu, kedua pria tersebut, yang merupakan warga negara Amerika, kembali dipaksa meninggalkan Thailand.
Di antara pendukung monarki, sang putri secara luas dipandang sebagai seseorang yang dapat mengembalikan rasa hormat kepada keluarga kerajaan yang telah menjadi tidak populer. Tidak seperti ayahnya, sang putri, yang masih lajang, tampaknya bebas dari skandal. Dia memiliki salah satu riwayat hidup yang paling gemilang di antara anak-anak raja, setelah bertugas sebagai diplomat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan di Austria.
“Dia adalah harapan yang dapat membawa keluarga kerajaan ke masa depan,” kata Kasidit Ananthanathorn, seorang dosen yang mempelajari monarki di Universitas Ramkhamhaeng di Thailand.
Pada tahun 2019, raja menganugerahkan gelar kerajaan kepada Putri Bha dan dua saudara tirinya—Pangeran Dipangkorn Rasmijoti dan Putri Sirivannavari Nariratana. Gelar baru tersebut menandakan bahwa ketiganya berada dalam garis suksesi kerajaan.
Putri Sirivannavari (39), seorang perancang busana, adalah satu-satunya putri raja dengan istri keduanya dan, tidak seperti saudara laki-lakinya, tidak diasingkan dan dicabut gelarnya. Pangeran Dipangkorn (21) adalah satu-satunya anak raja dengan istri ketiganya, Srirasmi Suwadee, yang kemudian dituduhnya melakukan korupsi, dan diceraikan.
Saat ini, Raja Vajiralongkorn menikah dengan Ratu Suthida, mantan pramugari.
Komanya Putri Bha pada tahun 2022 meningkatkan spekulasi tentang kemungkinan kandidat lain untuk menggantikan ayahnya. Pada tahun 2023, dua putra yang telah ditolak raja, Vacharaesorn dan Chakriwat Vivacharawongse, secara mengejutkan kembali ke Thailand setelah hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat selama 27 tahun, memicu spekulasi bahwa mereka mungkin sedang berupaya untuk dipertimbangkan. Tetapi Juni lalu, kedua pria tersebut, yang merupakan warga negara Amerika, kembali dipaksa meninggalkan Thailand.
Lihat Juga :