India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:54 WIB
loading...
India Protes setelah...
MT Settebello, kapal tanker minyak pembawa 24 warga India, dihantam rudal AS di lepas pantai Oman. Tiga awaknya hilang. Foto/The Indian Express
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India menyampaikan protes keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah kapal tanker minyak yang membawa 24 warga India diserang rudal Amerika di lepas pantai Oman. Serangan ini menyebabkan tiga awak kapal hilang.

Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan tersebut dan menyerukan penurunan ketegangan segera di Selat Hormuz. New Delhi juga memanggil Kuasa Usaha AS Jason Meeks untuk menyampaikan protes.

Baca Juga: Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot

MT Settebello, kapal tanker minyak bebendera Palau, membawa 24 orang saat serangan terjadi pada hari Rabu.

Kapal tersebut sempat mengeluarkan panggilan darurat, melaporkan serangan rudal menghantam ruang mesinnya, di area 20 mil laut timur laut Sohar.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Pesawat AS menembakkan amunisi presisi ke ruang mesin kapal setelah awak kapal berulang kali gagal mematuhi arahan dari pasukan Amerika." CENTCOM tidak mengidentifikasi kapal yang diserang.

“Kami mengecam serangan terhadap kapal komersial Settebello di lepas pantai Oman, hari ini,” kata Kementerian Luar Negeri India pada Rabu, yang dilansir Russia Today, Kamis (11/6/2026).

“Dari 24 awak kapal India di dalamnya, 21 warga India telah diselamatkan hingga saat ini dan tiga warga India dilaporkan hilang," lanjut kementerian tersebut.

“Insiden serangan yang terus berlanjut terhadap pelayaran di wilayah ini sangat mengkhawatirkan dan merupakan akibat langsung dari konflik yang sedang berlangsung di wilayah itu,” imbuhnya.

Kedutaan Besar India di Oman mengatakan pihaknya memantau situasi. "Dan secara proaktif berkoordinasi dengan otoritas Oman dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung," katanya.

Situs pelacakan kapal Marine Traffic telah mencantumkan tujuan kapal tersebut sebagai Fujairah, Uni Emirat Arab.

Ini adalah serangan kedua terhadap kapal komersial dengan awak kapal berkebangsaan India dalam tiga hari terakhir. Pada hari Senin, kapal tanker minyak MT Marivex diserang oleh pasukan AS di selatan Selat Hormuz.

CENTCOM mengatakan bahwa kapal berbendera Palau tersebut sedang melintasi perairan internasional di Teluk Oman menuju Iran ketika menjadi sasaran. "Kapal tersebut berusaha berlayar ke pelabuhan Iran," katanya.

Jalur laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz telah menjadi lingkungan yang berbahaya bagi kapal dagang setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Iran telah menutup selat strategis yang dilalui sekitar seperlima energi dunia itu sebelum konflik dimulai, dan Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan Iran sebagai balasan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved