Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:37 WIB
loading...
A A A
Sebanyak 32 rudal yang diuji tembak dari HIMARS pada hari Rabu hanya memiliki jangkauan maksimum sekitar sembilan mil, tetapi Taiwan memiliki amunisi jarak jauh yang mampu mencapai China.

Taiwan juga pernah menembakkan artileri ke Selat Taiwan sebelumnya, tetapi keputusan untuk menguji sistem HIMARS secara khusus dari pantai baratnya ke arah China sangat signifikan secara simbolis, kata William Yang, analis senior untuk Asia Timur Laut di Crisis Group.

“Ini mengirimkan sinyal yang sangat kuat dan bersamaan kepada Beijing tentang tekad Taiwan, dan juga potensi kemajuan yang sedang dibuatnya dalam meningkatkan kemampuan serangannya terhadap China,” kata Yang.

Sistem HIMARS juga merupakan bagian kunci dari kemampuan "asimetris" Taiwan. Juga dikenal sebagai "strategi landak", ini adalah doktrin yang bertujuan untuk menolak kekuatan China yang jauh lebih besar dan lebih kuat dengan mengandalkan sistem mobile dan berbiaya rendah.

HIMARS telah menjadi salah satu aset paling efektif yang digunakan Ukraina dalam pertahanannya melawan Rusia. Sistem mobile ini dapat meluncurkan rudal hingga sekitar 190 mil, dan dengan cepat berpindah ke lokasi lain sebelum menjadi sasaran musuh.

Taiwan menerima batch pertama sebanyak 11 HIMARS pada akhir tahun 2024 dan diperkirakan akan menerima 18 sistem lagi pada akhir tahun. AS juga menyetujui tambahan 82 HIMARS pada bulan Desember sebagai bagian dari paket persenjataan bersejarah senilai USD11 miliar untuk Taiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Running Club Jadi Ajang...
Running Club Jadi Ajang Sosial Anak Muda, Yuk Siapkan Starter Pack Lari yang Tepat di Shopee!
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved