Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:44 WIB
loading...
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Presiden AS Donald Trump klaim sebanyak 49 rudal Tomahawk telah menghantam target-target di Iran dalam serangan terbaru Amerika. Foto/US Navy
A A A
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (11/6/2026) mengeklaim bahwa 49 rudal Tomahawk telah menghantam target di dalam Iran, beberapa di antaranya dalam jarak 40 mil dari Teheran. Menurutnya, serangan jet tempur Amerika juga menghantam radar dan sistem pertahanan udara di Iran barat daya.

Klaim Trump tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Trey Yingst dari Fox News. Selama wawancara tersebut, Trump mengancam Iran jika menolak menandatangani kesepakatan dengan AS. "Kita akan membombardir mereka habis-habisan besok malam," katanya.

Baca Juga: Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melancarkan serangan terbaru terhadap target-target di Iran pada Kamis pagi waktu setempat. Serangan diluncurkan tak lama setelah Trump berjanji akan menyerang Iran dengan keras dalam upaya memaksa negara itu untuk menyetujui kesepakatan dengan syarat-syarat yang ditetapkan Amerika.

"CENTCOM menyerang beberapa target di Iran sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," kata CENTCOM di X.

Mereka menggambarkan serangan itu sebagai tindakan membela diri. Operasi tersebut menargetkan fasilitas-fasilitas penting Iran seperti depot amunisi, pusat komando dan kendali, dan gudang, menurut dua pejabat AS yang mengetahui serangan udara tersebut.

Media-media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar dan sistem pertahanan udara diaktifkan di beberapa kota, termasuk Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan di Iran selatan yang berbatasan dengan Selat Hormuz.

Dalam serangan sebelumnya pada hari Rabu, AS menyerang hampir 20 target di dalam Iran sebagai balasan atas penembakan helikopter Apache AS oleh Iran di dekat Selat Hormuz. Iran kemudian meluncurkan drone ke beberapa sekutu AS di Teluk.

Sementara itu, Iran mengumumkan pada Kamis pagi bahwa 18 target militer utama AS di Kuwait dan Bahrain telah diserang. Ini sebagai balasan langsung setelah Amerika meluncurkan serangan terbaru terhadap negara Islam tersebut, serangan hari kedua berturut-turut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan target tersebut termasuk Pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, bersama dengan Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Secara terpisah, militer Iran mengatakan telah menargetkan sistem pertahanan rudal Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima AS di Bahrain.

Mereka juga mengatakan drone kamikaze telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan Amerika terhadap Iran selatan.

Militer Iran menambahkan bahwa pasukan Iran siap menghadapi musuh "sampai nafas terakhir" dan tidak akan mundur sampai musuh dihukum.

Sebelumnya, IRGC juga menyatakan sistem pertahanan rudal Iran telah menembakkan sejumlah rudal ke jet tempur F-16 Angkatan Udara AS di atas Teluk Persia. Menurut IRGC, serangan telah memaksa pesawat tersebut untuk melakukan manuver menghindar.

Selain itu, IRGC juga mengumumkan penutupan total Selat Hormuz setelah AS meluncurkan serangan terbaru.

"Saat ini, karena ketidakstabilan di kawasan ini, Selat Hormuz ditutup untuk pergerakan semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial. Kapal apa pun yang mencoba melintas akan menjadi sasaran," bunyi pengumuman IRGC.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved