Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:40 WIB
loading...
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak jatuh helikopter Apache AS, Iran memiliki pesan khusus yang hendak disampaikan. Foto/X/@BRICSinfo
A A A
TEHERAN - Analis kebijakan keamanan Wolfgang Pusztai mengungkapkan jatuhnya helikopter Apache AS, yang menurutnya mungkin terjadi karena pesawat tersebut digunakan untuk mendukung kapal tanker yang menerobos blokade angkatan laut di malam hari.

"Helikopter Apache dikerahkan untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan”, kata Pusztai, dilansir Al Jazeera. “Dengan menyerang dan menembak jatuh Apache, Iran telah memberi sinyal bahwa mereka tidak bersedia membiarkan hal ini berlanjut.”

Ia menambahkan bahwa “mustahil” untuk mengendalikan Selat Hormuz hanya dengan menghilangkan baterai rudal dan lokasi peluncuran drone di daerah tersebut.

“Apa yang coba dilakukan AS dengan serangan terbatas ini adalah untuk mengurangi ancaman terhadap kapal di Selat Hormuz. Semakin jauh drone diluncurkan, semakin tinggi kemungkinan drone tersebut dapat dicegat,” kata Pusztai.



Pusztai mencatat bahwa “drone yang paling berbahaya” adalah drone yang diluncurkan langsung dari pantai selat tersebut.

Sebelumnya, Bahrain mengatakan pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan "sejumlah serangan udara Iran yang berbahaya".

Teheran "terus melanjutkan pendekatan permusuhan sistematisnya melalui serangan keji menggunakan rudal dan drone yang menargetkan warga sipil," kata tentara Bahrain dalam sebuah pernyataan pada tanggal X.

"Komando Umum menegaskan bahwa semua senjata dan unitnya berada pada tingkat kesiapan tertinggi dan sepenuhnya siap untuk pertahanan guna melindungi kerajaan," tambahnya.

Militer menyerukan kepada masyarakat untuk "berhati-hati" dan menghindari mendekati atau menyentuh "benda mencurigakan apa pun yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran dan segera melaporkannya".

Menargetkan warga sipil dan properti pribadi secara sengaja dengan rudal dan drone "merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional," katanya.

Sebelumnya, Bahrain mengumumkan pengaktifan sirene peringatan di seluruh negeri setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan Armada Kelima AS yang berbasis di negara Teluk tersebut.

Kemudian, Qatar menambahkan kecamannya sambil menyebut serangan Iran terhadap Kuwait, Bahrain, dan Yordania sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap kedaulatan mereka, menambahkan bahwa itu adalah "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional".

Kementerian Luar Negeri "menekankan perlunya menyelamatkan kawasan dari konsekuensi serangan yang tidak beralasan tersebut dan untuk berupaya menuju de-eskalasi guna memulihkan keamanan dan stabilitas di tingkat regional dan internasional," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kementerian tersebut menegaskan kembali "solidaritas penuh" dengan ketiga negara tersebut dan "dukungan untuk semua langkah yang mereka ambil untuk menjaga kedaulatan dan keamanan mereka".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved