Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah

Selasa, 09 Juni 2026 - 11:32 WIB
loading...
Bela Iran, Houthi Larang...
Kelompok Houthi Yaman umumkan larangan bagi seluruh kapal Israel melewati Laut Merah. Kelompok ini membela perang Iran melawan Israel. Foto/Gulf International Forum
A A A
SANAA - Kelompok Houthi Yaman mengumumkan larangan terhadap seluruh kapal Israel melintasi Laut Merah. Kelompok tersebut telah membela perang Iran melawan Zionis dengan ikut menembakkan rudal ke Israel kemarin.

Laut Merah merupakan jalur penting yang menghubungkan Selat Bab al-Mandeb dengan Terusan Suez sebelum ke Laut Mediterania. Setiap tahun, jalur Laut Merah dilewati kapal-kapal kargo dengan nilai total USD1 triliun.

Baca Juga: Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel

Selama perang Israel-Hamas di Gaza, Houthi—yang nama resminya adalah kelompok Anshar Allah—telah mengganggu kapal-kapal kargo tersebut dengan hampir 200 serangan. Serangan Houthi itu telah memaksa banyak perusahaan mengalihkan rute yang panjang di sekitar ujung selatan Afrika.

Pengalihan rute itu umumnya menambah sekitar 14 hari dan biaya yang signifikan untuk perjalanan antara Asia dan Eropa. Minyak yang melewati Selat Bab el-Mandeb turun dari 8,8 juta menjadi sekitar 4 juta barel per hari selama operasi Houthi tersebut.

Houthi menghentikan serangan setelah gencatan senjata Gaza pada Oktober 2025, tetapi memperingatkan bahwa mereka akan melanjutkannya jika perang Iran meningkat.

Pengumuman penutupan Laut Merah untuk seluruh kapal Israel disampaikan Houthi ketika Selat Hormuz, gerbang menuju Teluk dan eksportir energinya, tetap diblokade oleh Iran sebagai akibat dari perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pengumuman Houthi tersebut secara bersamaan mengancam dua titik rawan maritim paling penting di dunia.

Bab el-Mandeb, yang hanya selebar 26 kilometer di titik tersempitnya, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia yang lebih luas. Sekitar 12% perdagangan maritim global melewatinya.

Selat Hormuz mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas dunia yang diangkut melalui laut, serta kargo lainnya.

"Kami menyatakan larangan total dan menyeluruh terhadap navigasi maritim Israel di Laut Merah," bunyi pernyataan angkatan bersenjata Houthi.

"Kami menganggap semua pergerakan musuh sebagai target militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami sejak pernyataan ini dikeluarkan," paparnya, yang dikutip Reuters, Selasa (9/6/2026).

Houthi pada hari Senin menembakkan rudal ke Israel untuk membela Iran. "Kami telah meluncurkan rentetan rudal yang menargetkan target Israel yang sensitif," katanya, mengeklaim serangan tersebut mencapai tujuannya dengan tepat.

Militer Israel sebelumnya menulis di Telegram: "IDF telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel, sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut."

Serangan Houthi terjadi saat Israel dan Iran saling baku tembak pada hari Senin, yang kembali memberi tekanan pada gencatan senjata dan mengancam harapan untuk kesepakatan perdamaian.

Houthi dan Hizbullah yang berbasis di Lebanon merupakan bagian dari Poros Perlawanan yang didukung, dilatih, dan dipersenjatai oleh Teheran, yang juga mencakup Hamas dan milisi di Irak.

Secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, kelompok pemberontak dari wilayah utara Yaman ini telah menguasai sebagian besar negara itu selama lebih dari satu dekade setelah mereka merebut ibu kota Sanaa dan menggulingkan pemerintah pada September 2014.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Khawatir Iran Serang...
Khawatir Iran Serang Israel, 2 Kapal Induk Nuklir AS Bersiaga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved