5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun

Senin, 08 Juni 2026 - 15:13 WIB
loading...
5 Negara yang Mampu...
Amerika Serikat menjaid negara yang memproduksi jet tempurnya sendiri. Foto/X/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Kemampuan memproduksi jet tempur secara mandiri menjadi salah satu indikator kemajuan industri pertahanan sebuah negara. Hingga kini, hanya segelintir negara yang memiliki teknologi, sumber daya manusia, dan ekosistem industri yang mampu merancang sekaligus memproduksi pesawat tempur modern tanpa bergantung sepenuhnya pada negara lain.

Jet tempur merupakan alutsista berteknologi tinggi yang membutuhkan penguasaan berbagai bidang, mulai dari aeronautika, sistem avionik, radar, hingga mesin jet. Tak heran jika hanya beberapa negara yang berhasil mengembangkan dan memproduksi pesawat tempurnya sendiri dalam jumlah besar.

5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan industri pesawat tempur paling maju di dunia. Negeri Paman Sam telah melahirkan berbagai jet tempur legendaris yang digunakan tidak hanya oleh militernya sendiri, tetapi juga oleh banyak negara sekutu.

Beberapa pesawat tempur buatan Amerika Serikat antara lain F-16 Fighting Falcon, F-15 Eagle, F/A-18 Super Hornet, hingga F-35 Lightning II.

Program F-35 menjadi tulang punggung produksi pesawat tempur AS saat ini. Dengan dukungan industri pertahanan raksasa seperti lockheedmartin, Amerika Serikat mampu memproduksi sekitar 110 hingga 190 jet tempur per tahun, menjadikannya salah satu produsen terbesar di dunia.


2. China

Dalam dua dekade terakhir, China menunjukkan perkembangan luar biasa di sektor industri pertahanan. Negara ini berhasil membangun kemampuan produksi pesawat tempur modern dalam jumlah besar.

Beberapa jet tempur andalannya meliputi Chengdu J-20, J-10, dan Shenyang J-16.

Berkat ekspansi industri penerbangan militer yang masif, China diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 200 hingga 300 jet tempur per tahun, menjadikannya salah satu negara dengan kapasitas produksi tertinggi saat ini.

3. Rusia

Rusia memiliki tradisi panjang dalam pengembangan pesawat militer sejak era Uni Soviet. Berbagai desain pesawat tempur terkenal lahir dari biro desain Sukhoi dan Mikoyan yang masih menjadi andalan hingga sekarang.

Jet tempur andalan Rusia meliputi Su-35, Su-57, dan MiG-29.

Meski kapasitas produksinya tidak sebesar Amerika Serikat maupun China, Rusia tetap mampu memproduksi sekitar 20 hingga 30 jet tempur per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

4. Prancis

Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang masih mampu merancang dan memproduksi jet tempur secara independen. Keberhasilan tersebut didukung industri pertahanan nasional yang kuat dan berorientasi ekspor.

Pesawat tempur andalan Prancis adalah Dassault Rafale yang telah digunakan sejumlah negara seperti India, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Untuk memenuhi pesanan yang terus meningkat, lini produksi Rafale saat ini mampu menghasilkan sekitar 24 hingga 36 unit per tahun, menjadikan Prancis salah satu pemain penting di pasar ekspor jet tempur dunia.

5. Korea Selatan

Korea Selatan menjadi pendatang baru dalam kelompok negara pembuat jet tempur modern. Melalui pengembangan KF-21 Boramae, Seoul menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pesawat tempur canggih secara mandiri.

Program KF-21 yang melibatkan kerja sama dengan Indonesia menjadi salah satu proyek pertahanan terbesar Korea Selatan dalam beberapa dekade terakhir.

Memasuki fase produksi massal, Korea Selatan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 40 jet tempur per tahun, dengan kapasitas yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya pesanan domestik maupun ekspor.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved