Eropa Tidak Dukung Penerapan Kembali Sanksi Iran, AS Murka

Senin, 21 September 2020 - 17:32 WIB
loading...
Eropa Tidak Dukung Penerapan...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo mengecam negara-negara Eropa karena gagal mendukung upaya Washington untuk memulihkan sanksi PBB terhadap Iran . AS berencana mengembalikan seluruh sanksi PBB terhadap Iran dengan menggunakan mekanisme "snapback" yang ada di kesepakatan nuklir 2015.

Akhir pekan lalu, Pompeo menyatakan bahwa sanksi PBB terhadap Iran dipulihkan setelah AS memicu mekanisme snapback selama 30 hari. Menyusul pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell mengatakan bahwa Washington tidak dapat secara sepihak memulihkan sanksi internasional terhadap Teheran.

“Orang Eropa tidak bergabung dengan kami dalam hal ini. Mereka tahu kami benar. Mereka memberi tahu kami secara pribadi bahwa kami tidak ingin penjualan senjata kembali," kata Pompeo saat melakukann wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Sputnik pada Senin (21/9/2020). ( Baca juga: Uni Eropa Cari Cara Keras untuk Menghukum Raksasa Teknologi Dunia )

"Tapi, mereka tidak angkat tangan. Mereka belum melakukan pekerjaan yang perlu dilakukan. Mereka tidak memiliki pilihan, tidak ada alternatif dari apa yang telah kami lakukan untuk memastikan hal itu tidak terjadi. Saya berharap mereka akan bergabung dengan kami, saya harap mereka berada di tempat yang tepat," sambungnya.

Dalam wawancara tersebut, Pompeo juga mengkritik negara-negara Eropa karena tetap menjadi bagian dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), nama resmi dari kesepakatan nuklir Iran. AS memutuskan keluar dari JCPOA pada tahun 2018 lalu. ( Baca juga: Negeri Para ‘Pemabuk’, antara Budaya dan Gaya Hidup )

"Mereka masih terikat dengan kesepakatan nuklir konyol yang telah ditandatangani lima tahun lalu. Saya berharap mereka akan memahami bahwa jika Anda benar-benar ingin memimpin, jika Anda ingin menjadi bagian dari koalisi global untuk mengurangi risiko di Timur Tengah, maka Anda perlu bergabung dengan kami. Kami membutuhkan sanksi ini untuk membatalkan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved