Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Senin, 08 Juni 2026 - 09:21 WIB
loading...
Israel bombardir beberapa kota di Iran sebagai balasan atas rentetan serangan rudal Iran. Foto/IAF
A
A
A
TEHERAN - Militer Zionis Israel telah membombardir wilayah-wilayah Iran pada Senin (8/6/2026) sebagai pembalasan atas serangan rentetan rudal Teheran semalam. Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan mengguncang tiga kota setelah serangan udara Zionis di wilayah tengah dan barat.
"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," bunyi siaran televisi pemerintah Iran yang diunggah di Telegram.
Baca Juga: Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Laporan lain menyebutkan bahwa ledakan juga terdengar di dekat kota Karaj di Iran tengah.
Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang target militer di Iran barat dan tengah.
"Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah," tulis militer Israel atau IDF di Telegram.
Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan mengenai korban atau lokasi pasti serangan tersebut.
Sementara itu, Iran telah menangguhkan semua penerbangan masuk ke Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini diambil tak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangkaian serangan rudal ke Israel semalam.
Bandara Internasional Imam Khomeini adalah salah satu dari dua bandara di Teheran dan baru-baru ini dibuka kembali pada bulan April setelah ditutup selama beberapa minggu karena konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.
Langkah Israel meluncurkan serangan balasan ke Iran berarti mengabaikan seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sebelumnya menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan Iran.
Menurut reporter Axios, Barak Ravid, Trump mengatakan kepadanya bahwa dia sedang menelepon Netanyahu. "Sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerang Iran sebagai balasan," katanya.
Secara terpisah, Trump mengatakan kepada Financial Times pada hari Senin bahwa Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan AS dengan Iran.
“Saya yang menentukan segalanya. Saya yang menentukan segalanya,” kata Trump. “Dia tidak menentukan segalanya," katanya.
Dia menambahkan bahwa serangan rudal Iran pada hari Minggu terhadap Israel tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut.
“Kita lihat saja bagaimana akhirnya,” katanya. “Tapi itu adalah serangan yang sama sekali tidak berdampak," paparnya.
“Ini adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya,” imbuh Trump.
Menurut Trump, serangan Iran tidak melukai siapa pun di Israel, dan tetap minta Israel untuk tidak membalas. "Jika Netanyahu membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump.
Aksi saling serang antara Iran dan Israel telah memicu harga minyak naik pada perdagangan Senin pagi di Asia.
Harga patokan global Brent melonjak 2,6% menjadi USD95,50 per barel, sementara minyak mentah yang diperdagangkan di AS naik 2,5% menjadi USD92,75.
Harga energi telah mengalami fluktuasi liar sejak gencatan senjata April disepakati.
Harga telah berfluktuasi di sekitar angka USD95 dalam seminggu terakhir karena para pedagang mempertimbangkan dampak jangka panjang perang terhadap aliran energi global.
"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," bunyi siaran televisi pemerintah Iran yang diunggah di Telegram.
Baca Juga: Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Laporan lain menyebutkan bahwa ledakan juga terdengar di dekat kota Karaj di Iran tengah.
Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang target militer di Iran barat dan tengah.
"Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah," tulis militer Israel atau IDF di Telegram.
Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan mengenai korban atau lokasi pasti serangan tersebut.
Sementara itu, Iran telah menangguhkan semua penerbangan masuk ke Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini diambil tak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangkaian serangan rudal ke Israel semalam.
Bandara Internasional Imam Khomeini adalah salah satu dari dua bandara di Teheran dan baru-baru ini dibuka kembali pada bulan April setelah ditutup selama beberapa minggu karena konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.
Langkah Israel meluncurkan serangan balasan ke Iran berarti mengabaikan seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sebelumnya menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan Iran.
Menurut reporter Axios, Barak Ravid, Trump mengatakan kepadanya bahwa dia sedang menelepon Netanyahu. "Sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerang Iran sebagai balasan," katanya.
Secara terpisah, Trump mengatakan kepada Financial Times pada hari Senin bahwa Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan AS dengan Iran.
“Saya yang menentukan segalanya. Saya yang menentukan segalanya,” kata Trump. “Dia tidak menentukan segalanya," katanya.
Dia menambahkan bahwa serangan rudal Iran pada hari Minggu terhadap Israel tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut.
“Kita lihat saja bagaimana akhirnya,” katanya. “Tapi itu adalah serangan yang sama sekali tidak berdampak," paparnya.
“Ini adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya,” imbuh Trump.
Menurut Trump, serangan Iran tidak melukai siapa pun di Israel, dan tetap minta Israel untuk tidak membalas. "Jika Netanyahu membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump.
Aksi saling serang antara Iran dan Israel telah memicu harga minyak naik pada perdagangan Senin pagi di Asia.
Harga patokan global Brent melonjak 2,6% menjadi USD95,50 per barel, sementara minyak mentah yang diperdagangkan di AS naik 2,5% menjadi USD92,75.
Harga energi telah mengalami fluktuasi liar sejak gencatan senjata April disepakati.
Harga telah berfluktuasi di sekitar angka USD95 dalam seminggu terakhir karena para pedagang mempertimbangkan dampak jangka panjang perang terhadap aliran energi global.
(mas)
Lihat Juga :