Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran

Sabtu, 06 Juni 2026 - 09:18 WIB
loading...
Permusuhan Memanas,...
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi telah menyerang situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan di Pulau Qeshm. Foto/X @CENTCOM
A A A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) kembali membombardir Pulau Qeshm, Iran, pada Jumat tengah malam atau Sabtu (6/6/2026) dini hari. Serangan terbaru ini, yang semakin memanaskan permusuhan kedua negara, diluncurkan tak lama setelah Teheran meluncurkan beberapa drone ke Selat Hormuz yang ditembak jatuh pasukan Amerika.

"Pasukan Amerika mencegat empat drone serang satu arah Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengeklaim drone-drone tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional.

Baca Juga: Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!

“Pasukan AS kemudian menyerang situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan di Pulau Qeshm untuk bertahan dari serangan lebih lanjut,” lanjut CENTCOM, yang dikutip dari akun X-nya. "Pasukan Amerika tetap siap untuk menanggapi agresi Iran yang tidak beralasan untuk membela diri," imbuh CENTCOM.

Pulau Qeshm terletak di Selat Hormuz di lepas pantai selatan Iran, dekat pintu masuk Teluk Persia. Pengiriman melalui jalur maritim minyak dan gas yang penting ini secara efektif telah diblokir Iran sejak serangan AS-Israel, di mana Teheran mengancam kapal-kapal yang terkait dengan AS dan Israel.

Sebaliknya, Amerika juga memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, di mana pasukan Washington kerap menargetkan kapal-kapal pengiriman yang terkait dengan Iran.

Iran belum segera berkomentar atau membalas serangan AS terbaru di Pulau Qeshm, yang sebelumnya telah menjadi sasaran dalam baku tembak terpisah awal pekan ini.

Pada Selasa lalu, sebuah pesawat tempur AS menembakkan rudal Hellfire ke sebuah kapal tanker yang terkait dengan Iran untuk menegakkan blokade yang diberlakukan secara sepihak. Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan sebuah kapal yang diduga berafiliasi dengan AS.

Pasukan AS kemudian meningkatkan eskalasi dengan serangan terhadap Pulau Qeshm, yang oleh CENTCOM digambarkan sebagai "serangan pertahanan diri terhadap stasiun kendali darat militer Iran". IRGC kemudian membalas dengan serangan rudal balistik terhadap instalasi militer AS di Kuwait dan Bahrain, tetapi AS bersikeras bahwa semua proyektil tersebut dicegat atau gagal mencapai targetnya.

Eskalasi ini semakin memperburuk gencatan senjata yang rapuh yang dicapai pada bulan April setelah lebih dari sebulan permusuhan yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran. Washington dan Teheran telah menegosiasikan nota kesepahaman yang dimaksudkan untuk memperpanjang gencatan senjata dan memulai kembali pembicaraan tentang program nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu lalu bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku meskipun terjadi baku tembak terbaru. “Itu bagian dunia yang berbeda,” kata Trump. “Saya akan mengatakan di bagian dunia itu, gencatan senjata adalah ketika Anda menembak dengan cara yang lebih moderat.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved