Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Sabtu, 06 Juni 2026 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Aoun juga menuduh Teheran menggunakan Lebanon sebagai “alat tawar-menawar” dalam negosiasinya dengan Amerika Serikat (AS)."Ini tidak dapat diterima," kesalnya.
Selama wawancara tersebut, Aoun mengecam Hizbullah dan sekretaris jenderalnya, Naim Qassem. “Rakyat Lebanon bukanlah rakyat Anda,” katanya.
Dia menambahkan bahwa Hizbullah harus memahami bahwa tidak ada jalan keluar lain dari perang melawan Israel sekarang ini selain duduk dan berbicara untuk menyelamatkan apa yang tersisa dari Lebanon.
Aoun telah berulang kali berusaha menjauhkan Lebanon dari konflik regional dan mengatakan bahwa keputusan mengenai kedaulatan dan keamanan negara harus dibuat oleh negara Lebanon sendiri.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada hari Jumat mendesak Iran untuk berhenti memperlakukan negaranya, tempat Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran berperang, sebagai “alat tawar-menawar” dalam negosiasinya dengan Washington tentang konflik Timur Tengah.
“Jika saya boleh menyampaikan sepatah kata kepada Iran, yaitu: kasihanilah wilayah selatan kami, berhentilah memperlakukannya dan rakyatnya hanya sebagai alat tawar-menawar untuk memperbaiki persyaratan negosiasi Anda,” kata Salam dalam konferensi pers tentang permohonan bantuan PBB untuk Lebanon.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menolak proposal kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon yang dimediasi Washington. Menurutnya, itu sebagai upaya "tidak tahu malu" untuk memaksa Lebanon menyerah.
Selama wawancara tersebut, Aoun mengecam Hizbullah dan sekretaris jenderalnya, Naim Qassem. “Rakyat Lebanon bukanlah rakyat Anda,” katanya.
Dia menambahkan bahwa Hizbullah harus memahami bahwa tidak ada jalan keluar lain dari perang melawan Israel sekarang ini selain duduk dan berbicara untuk menyelamatkan apa yang tersisa dari Lebanon.
Aoun telah berulang kali berusaha menjauhkan Lebanon dari konflik regional dan mengatakan bahwa keputusan mengenai kedaulatan dan keamanan negara harus dibuat oleh negara Lebanon sendiri.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada hari Jumat mendesak Iran untuk berhenti memperlakukan negaranya, tempat Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran berperang, sebagai “alat tawar-menawar” dalam negosiasinya dengan Washington tentang konflik Timur Tengah.
“Jika saya boleh menyampaikan sepatah kata kepada Iran, yaitu: kasihanilah wilayah selatan kami, berhentilah memperlakukannya dan rakyatnya hanya sebagai alat tawar-menawar untuk memperbaiki persyaratan negosiasi Anda,” kata Salam dalam konferensi pers tentang permohonan bantuan PBB untuk Lebanon.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menolak proposal kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon yang dimediasi Washington. Menurutnya, itu sebagai upaya "tidak tahu malu" untuk memaksa Lebanon menyerah.
Lihat Juga :