Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!

Jum'at, 05 Juni 2026 - 08:09 WIB
loading...
Zelensky Tantang Putin...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) tantang Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu tatap muka untuk mengakhiri perang kedua negara. Foto/Sky News
A A A
MOSKOW - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menantang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu tatap muka untuk mengakhiri perang kedua negara. Tantangan ini disampaikan dalam surat terbuka langka yang ditujukan kepada pemimpin Kremlin pada hari Kamis.

"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita—dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," tulis Zelensky dalam surat itu.

Baca Juga: Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!

"Saya mengusulkan untuk menetapkan tanggal yang jelas untuk pertemuan tersebut," lanjut dia. "Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," imbuh Zelensky.

Zelensky menerbitkan surat itu sehari setelah drone-drone Ukraina menyerang Saint Petersburg, kota asal Putin yang menjadi tuan rumah forum ekonomi internasional besar minggu ini.

Zelensky telah berulang kali menyerukan pertemuan dengan mantan mata-mata KGB itu, dengan mengatakan bahwa hanya pembicaraan tatap muka yang akan menghasilkan kesepakatan tentang wilayah yang diperebutkan dalam perang.

Rusia, yang menginvasi pada tahun 2022, telah menuntut Ukraina untuk menarik diri dari wilayah Donbas timur—yang sebagian besar masih dikuasai oleh tentara Kyiv—sebagai prasyarat untuk pembicaraan perdamaian.

Berbicara kepada wartawan asing di Saint Petersburg tepat sebelum permohonan Zelensky dipublikasikan, Putin telah mengulangi pertanyaannya yang sering diajukan tentang legitimasi pemimpin Ukraina tersebut.

Dia mengatakan pertanyaan apakah Zelensky adalah pemimpin Ukraina yang sah perlu "dianalisis", setelah masa jabatan lima tahun pertamanya berakhir pada tahun 2024.

Hukum darurat militer melarang pemilu selama masa perang di Ukraina, dan Zelensky telah menawarkan untuk mengadakan pemungutan suara atau referendum tentang kesepakatan perdamaian akhir jika gencatan senjata penuh diberlakukan.

"Jika Anda sendiri tidak sampai pada kesimpulan bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri perang ini, Ukraina akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya," imbuh Zelensky dalam surat terbukanya.

Sementara itu, Kremlin telah merespons surat terbuka Zelensky dengan menyatakan pemimpin Ukraina itu bisa datang ke Moskow kapan saja.

"Zelensky dapat datang kapan saja ke Moskow," tulis media pemerintah Rusia, mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov yang mengatakan bahwa Putin belum diperlihatkan surat Zelensky.

Putin sudah jauh hari mengatakan bahwa dia hanya akan bertemu Zelensky untuk menyelesaikan kesepakatan yang telah disepakati. Dia menolak seruan untuk bertemu sebelum hal itu dibereskan.

Ukraina telah mengintensifkan serangan balasan jarak jauhnya terhadap target energi dan militer Rusia dalam beberapa bulan terakhir—serangan yang disebutnya sebagai tanggapan yang adil terhadap gempuran malam hari oleh militer Rusia.

Putin pada hari Kamis memuji pencapaian pasukannya di medan perang di tengah meningkatnya kepercayaan diri Ukraina.

Ketika ditanya tentang apakah serangan Rusia terhadap Ukraina telah menjadi "bencana strategis", Putin mengatakan bahwa Rusia "maju di sepanjang garis kontak".

"Kami benar-benar siap dan bersedia untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina melalui cara damai," imbuh dia.

Putin juga mengakui bahwa Rusia perlu meningkatkan sistem pertahanan udaranya setelah drone-drone Ukraina menyerang terminal minyak dan pangkalan Angkatan Laut di Saint Petersburg.

"Rusia memiliki sistem pertahanan udara. Ya, kita harus memperbaikinya. Ya, kita harus memperkuatnya. Dan kita akan melakukannya," katanya, seperti dikutip AFP, Jumat (5/6/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved