Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika

Kamis, 04 Juni 2026 - 07:33 WIB
loading...
Iran Serang Kapal Perang...
Iran menyatakan telah menyerang kapal perang AS di Teluk Oman, namun disangkal Komando Pusat Amerika. Foto/Anadolu
A A A
TEHERAN - Angkatan Laut Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menyerang sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman. Menurut Teheran, kapal perang yang merupakan "pusat komando dan kendali" di balik serangan Amerika terhadap kapal-kapal komersial Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut Iran mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah apa yang mereka gambarkan sebagai "tindakan agresif" AS, pelanggaran peraturan di Selat Hormuz, dan serangan terhadap pelayaran komersial Iran di Teluk Oman.

Baca Juga: Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal CegatMisil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait

Pernyataan itu mengatakan kapal perang Amerika itu diduga mencoba mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Oman.

"Angkatan Laut Republik Islam Iran menargetkan pusat komando dan kendali dari tindakan permusuhan ini, yang ditempatkan di atas kapal perusak AS," bunyi pernyataan tersebut, yang dilansir Anadolu, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, Angkatan Laut Iran menegaskan pasukannya terus memantau apa yang mereka sebut sebagai aktivitas “Zionis-AS” di wilayah tersebut dan memperingatkan akan adanya pembalasan lebih lanjut.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah klaim bahwa Angkatan Laut Iran menargetkan kapal perusak Angkatan Laut Amerika.

"Iran berbohong. Aset militer AS di laut terus terbang, berlayar, dan beroperasi dengan aman dan tanpa hambatan," tulis CENTCOM di X.

Juga pada hari Rabu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim bahwa rudal yang menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait bukan milik Iran, melainkan rudal pencegat yang ditembakkan sistem pertahanan Patriot AS.

Namun, CENTCOM lagi-lagi menyangkal klaim Iran tersebut.

"Klaim itu salah dan bahwa Iran menargetkan bandara dalam serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Kuwait membantah bahwa wilayah udaranya digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Negara Teluk itu juga sependapat dengan narasi Washington bahwa bandaranya dihantam oleh rentetan rudal dan drone berat oleh Iran pada Selasa tengah malam atau Rabu dini hari, yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 63 lainnya.

Rekaman video dari bandara menunjukkan kerusakan yang luas, dengan kebakaran berkobar di terminal satu, atap runtuh, dan kepulan asap tebal.

Setelah serangan tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Brigadir Jenderal Saud al-Otayan mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "agresi kriminal Iran".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved