Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal

Kamis, 04 Juni 2026 - 07:12 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya pada hari itu, militer AS mengatakan telah berhasil mengalahkan serangkaian serangan rudal dan drone Iran di Kuwait dan Bahrain dan melakukan serangan di Pulau Qeshm di Iran.

Kuwait membantah AS menggunakan wilayahnya untuk melancarkan serangan dan memanggil kuasa usaha Iran untuk memprotes serangan tersebut. Sebagai tanggapan, Kuwait menuntut agar dua staf kedutaan Iran meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.

Kuwait berulang kali menjadi sasaran serangan Iran. Negara Teluk kaya minyak ini telah menderita beberapa serangan terberat sejak Iran pertama kali melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab Teluk sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.

Kuwait adalah rumah bagi sekitar 13.500 tentara AS, salah satu penempatan terbesar di Teluk.

Kuwait dan negara-negara Teluk lainnya melobi AS untuk tidak menyerang Iran awal tahun ini, tetapi beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, beralih mendukung serangan AS dengan berbagai tingkat intensitas. UEA melancarkan puluhan serangan terhadap Iran. Arab Saudi memberikan akses pangkalan yang lebih luas kepada AS tetapi kemudian mulai mendukung pembicaraan diplomatik yang dimediasi oleh sekutu dekatnya, Pakistan.

Gencatan senjata antara AS dan Iran tampak lebih goyah dalam beberapa minggu terakhir.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, namun Iran membantah pernyataan publiknya bahwa mereka bersedia untuk menegosiasikan penghapusan program nuklirnya atau menghentikan upaya untuk memberlakukan biaya transit di Selat Hormuz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
Timnas Spanyol Harus...
Timnas Spanyol Harus Lihat! Botol Minum Pickford Bikin Messi dan Pemain Argentina Geleng-geleng Kepala
Ledakan di Gudang Amunisi...
Ledakan di Gudang Amunisi TNI Madiun, Korban Dilarikan ke RSUD Caruban
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved