Trump: Saya Tak Peduli Jika Negosiasi AS-Iran Berakhir, Itu Membosankan

Selasa, 02 Juni 2026 - 07:26 WIB
loading...
Trump: Saya Tak Peduli...
Presiden Donald Trump tepis negosiasi AS dengan Iran telah runtuh, tapi dia tak peduli jika negosiasi itu berakhir. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kemungkinan runtuhnya negosiasi perdamaian dengan Iran. Namun, dia menyatakan tak peduli jika itu terjadi.

"Sejujurnya, saya tidak peduli jika negosiasi itu berakhir," katanya kepada CNBC pada hari Senin.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sama sekali tidak peduli,” lanjut Trump.

Baca Juga: Marah, Iran Stop Negosiasi dengan AS dan Ancam Blokir Total Selat Hormuz

Trump ditanya tentang prospek Iran mengakhiri perundingan dengan AS mengingat laporan media Iran sebelumnya pada hari Senin bahwa para negosiator Iran mengambil langkah itu—dan juga bergerak untuk memblokir sepenuhnya Selat Hormuz. Alasan Iran adalah operasi militer Israel di Lebanon.

Ditanya apakah Iran mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan bernegosiasi lebih lanjut, Trump berkata, “Tidak, mereka belum mengatakannya.”

“Jika negosiasi itu berakhir, ya sudah berakhir...terus terang, menurut saya negosiasi itu mulai menjadi sangat membosankan.”

Trump mengatakan dia akan bertanya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu apa yang terjadi di Lebanon.

Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Senin sore bahwa dia melakukan panggilan yang sangat produktif dengan Netanyahu. "Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan," tulis Trump.

Dia mengatakan dalam unggahan yang sama bahwa dia berbicara dengan Hizbullah melalui perwakilan tingkat tinggi. "Mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," lanjut Trump.

Dalam unggahan lain, Trump menulis, "Perundingan terus berlanjut, dengan cepat, dengan Republik Islam Iran."

Netanyahu, dalam sebuah unggahan X pada Senin sore, mengatakan dia memberi tahu Trump: "Jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota-kota dan warga negara kita—Israel akan menyerang target teror di Beirut."

"Sikap kami ini tetap tidak berubah. Secara paralel, IDF [militer Israel] akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan," lanjut Netanyahu.

Dalam percakapannya dengan CNBC, Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang harga minyak, yang telah melonjak setelah kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan pada Senin pagi bahwa Teheran menghentikan negosiasi dan memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

“Saya pikir harga minyak akan turun drastis dalam waktu dekat,” kata Trump.

Namun, dia juga menegaskan bahwa warga Amerika yang memahami pentingnya menghentikan ambisi nuklir Iran tidak akan keberatan dengan harga bensin yang lebih tinggi sebagai akibat dari perang tersebut.

“Begitu Anda menjelaskan bahwa ini semua tentang Iran yang memiliki senjata nuklir, orang-orang bersedia membayar sedikit lebih mahal,” katanya.

Trump menegaskan bahwa harga bensin akan turun dengan sangat cepat. Tetapi dia juga berulang kali mengisyaratkan bahwa dia tidak terburu-buru untuk memulai kembali negosiasi yang terhenti dengan Iran.

“Jika sudah selesai, ya sudah. Jika belum, saya pikir mereka terlalu lama. Terus terang, saya pikir mereka mulai sangat membosankan,” kata Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Berita Terkini
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved