4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Senin, 01 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
"Ini tidak ada hubungannya (dengan) Malaysia, pembatasan dari otoritas keamanan sekarang terbatas pada anggota NATO dan mitra dekat NATO," kata Sandvik.
Ia juga memahami bahwa kesepakatan yang dibatalkan itu sulit bagi Malaysia dan meminta maaf atas "kesulitan" tersebut.
"Kami mengadakan pertemuan yang baik... percakapan yang baik hari ini, terbuka dan jujur. Mereka cukup lugas, dan kami akan terus melakukan dialog ini... Kami ingin memiliki kemitraan yang baik dan bagus dengan Malaysia, seperti yang telah kami miliki di masa lalu."
Dari peringatan Anwar hingga klaim US$250 juta - apa yang ada di balik respons Malaysia terhadap pembatalan kesepakatan rudal Norwegia?
Ketika ditanya apakah Norwegia akan mengembalikan 95 persen biaya yang telah dibayarkan kepada Malaysia, Sandvik mengatakan Malaysia harus berbicara dengan KDA.
"Menurut hukum Norwegia, dewan direksi perusahaanlah yang bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan itu."
Ia juga memahami bahwa kesepakatan yang dibatalkan itu sulit bagi Malaysia dan meminta maaf atas "kesulitan" tersebut.
"Kami mengadakan pertemuan yang baik... percakapan yang baik hari ini, terbuka dan jujur. Mereka cukup lugas, dan kami akan terus melakukan dialog ini... Kami ingin memiliki kemitraan yang baik dan bagus dengan Malaysia, seperti yang telah kami miliki di masa lalu."
Dari peringatan Anwar hingga klaim US$250 juta - apa yang ada di balik respons Malaysia terhadap pembatalan kesepakatan rudal Norwegia?
3. Meminta Kompensasi
Awal bulan ini, Mohamed Khaled mengatakan bahwa pemerintah Malaysia telah mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan yang terlibat, Kongsberg Defence & Aerospace (KDA), menuntut kompensasi untuk "biaya langsung dan tidak langsung".Ketika ditanya apakah Norwegia akan mengembalikan 95 persen biaya yang telah dibayarkan kepada Malaysia, Sandvik mengatakan Malaysia harus berbicara dengan KDA.
"Menurut hukum Norwegia, dewan direksi perusahaanlah yang bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan itu."
Lihat Juga :