4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia

Senin, 01 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Norwegia sebelumnya mengatakan bahwa pembatalan tersebut "semata-mata karena penerapan peraturan pengendalian ekspor Norwegia" dan bahwa "sangat disayangkan" hal itu telah memengaruhi Malaysia.

Kementerian luar negeri Norwegia mengatakan tidak dapat berkomentar tentang kontrak individual karena kontrak tersebut dilindungi oleh klausul kerahasiaan yang ketat.

4. Modernisasi Militer Malaysia Terhambat

Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga telah menyampaikan "keberatan kerasnya" terhadap keputusan yang "tidak dapat diterima" tersebut dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store.

Anwar telah memperingatkan bahwa keputusan tersebut "akan memiliki konsekuensi serius bagi kesiapan operasional pertahanan Malaysia dan program modernisasi Kapal Tempur Pesisir (LCS)".

Program LCS, yang pertama kali disetujui di Malaysia pada tahun 2011 dengan kontrak awal senilai RM6 miliar (US$1,5 miliar), adalah untuk enam kapal.

Kesepakatan tersebut, yang telah dilanda tuduhan salah urus dan kenaikan biaya, diluncurkan kembali pada tahun 2023 setelah peninjauan pemerintah, dengan jumlah kapal dikurangi menjadi lima.

Pengiriman kapal pertama, yang diharapkan pada bulan Agustus, telah ditunda hingga Desember karena keterlambatan pengiriman peralatan dan pengerjaan ulang yang sedang berlangsung, menurut pejabat yang dikutip dalam laporan media lokal.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved