Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:25 WIB
loading...
A A A
Masalah permintaan maaf Jepang atas kekejaman perang telah lama menjadi titik permasalahan dalam hubungan kedua negara, dengan China di masa lalu mengkritik beberapa permintaan maaf tersebut sebagai tidak memadai. Ayah Koizumi, Junichiro Koizumi, telah beberapa kali menyampaikan permintaan maaf ketika menjabat sebagai perdana menteri.

PM Jepang Takaichi telah mengambil langkah-langkah besar untuk meningkatkan pertahanan sejak berkuasa pada Oktober 2025. Dengan peningkatan anggaran militer, Jepang berencana untuk berinvestasi dalam rudal permukaan-ke-kapal baru dan drone tak berawak yang ditempatkan di darat dan bawah laut.

Jepang juga baru-baru ini melonggarkan aturan yang memungkinkan mereka untuk menjual senjata mematikan ke negara lain, sebuah langkah yang akan membantu membangun basis industri pertahanan mereka. Mereka juga akan merevisi dokumen-dokumen keamanan utama pada akhir tahun ini.

Takaichi juga mendorong revisi Pasal 9 Konstitusi Jepang - sebuah klausul pasifis yang menolak perang.

Ketegangan dengan China telah meningkat, mencapai puncaknya pada bulan November ketika Beijing keberatan dengan saran Takaichi bahwa Jepang dapat merespons dengan pasukan pertahanan sendiri jika Tiongkok menyerang Taiwan.

Langkah-langkah Takaichi juga telah memecah belah Jepang secara mendalam.

Sebagian mendukung peningkatan pertahanan terhadap potensi ancaman seperti Tiongkok, sementara yang lain khawatir hal itu akan meningkatkan ketegangan.

Terdapat pula perdebatan sengit mengenai apakah Jepang sedang menjauh dari pasifisme pasca-perang, yang merupakan bagian inti dari identitas nasionalnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, protes anti-perang telah diadakan di seluruh negeri, beberapa di antaranya berkembang menjadi protes terbesar di Jepang dalam beberapa dekade.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Situasi Timur Tengah...
Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
Unesa Buka Jalur TMUBK...
Unesa Buka Jalur TMUBK Gelombang 2 2026, Cek Persyaratannya
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved