Trump Minta Amandemen Kesepakatan Iran, AS Perketat Persyaratan

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:43 WIB
loading...
Trump Minta Amandemen...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilapokan meminta "beberapa amandemen" terhadap kesepakatan yang dicapai para utusannya dengan Iran selama pertemuan di Ruang Situasi pada hari Jumat. Kabar itu diungkap media berita AS, mengutip para pejabat.

Menurut Axios, presiden AS meminta timnya mengubah klausul mengenai program nuklir Iran, yang saat ini mencakup komitmen dari Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir, tetapi tidak ada konsesi spesifik di luar itu.

"Ini lebih spesifik tentang bagaimana AS mendapatkan material [persediaan uranium yang diperkaya Iran] dan waktunya," kata seorang pejabat senior pemerintahan kepada Axios.

Trump juga ingin mengubah bahasa seputar pembukaan kembali Selat Hormuz, kata sumber kedua.

Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada Axios bahwa dibutuhkan tiga hari untuk tanggapan Iran. "Pada pergantian minggu, kami berharap akan ada sesuatu," kata pejabat senior pemerintahan tersebut.

Kini, The New York Times juga melaporkan Trump telah "memperketat persyaratan" kerangka kerja potensial tersebut dan mengirimkan perubahan yang diusulkan itu kembali ke Iran untuk dipertimbangkan.

The Times mengatakan belum jelas perubahan apa yang telah dilakukan pada teks perjanjian tersebut.

Baca juga: Iran Luncurkan Kapal Serang Cepat yang Mampu Luncurkan Rudal Jelajah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved