China dan Tibet Kembali Bersitegang soal Masa Depan Dalai Lama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:43 WIB
loading...
China dan Tibet Kembali...
China, di bawah Presiden Xi Jinping, dinilai khawatir kehilangan kendali atas suksesi Dalai Lama. Foto/organiser.org
A A A
JAKARTA - Partai Komunis China (CCP) dinilai semakin khawatir terhadap proses suksesi Dalai Lama berikutnya, di tengah upaya Beijing selama puluhan tahun untuk mengendalikan institusi Buddha Tibet.

Menurut mantan asisten pribadi Dalai Lama, Khedroob Thondup, Beijing berupaya mengontrol lembaga keagamaan Tibet dengan menunjuk rohaniwan yang loyal kepada pemerintah dan bahkan menyatakan diri sebagai pihak yang berwenang menentukan proses reinkarnasi.

Baca Juga: China Bakar Bendera Doa di Tibet, Tuduhan Represi Budaya Menguat

Namun, tambah Thondup, suksesi Dalai Lama tetap menjadi satu hal yang sulit dikendalikan China.

“Partai mengetahui bahwa legitimasi dalam Buddha Tibet tidak diciptakan di Zhongnanhai, tetapi diakui di biara-biara, komunitas diaspora, dan di hati jutaan umat,” ucapnya, seperti dikutip dari European Times, Sabtu (30/5/2026).

Dia menyoroti kasus Panchen Lama sebagai contoh kegagalan Beijing dalam memperoleh legitimasi spiritual.

Pada 1995, China menahan bocah yang diakui Dalai Lama sebagai Panchen Lama ke-11 dan menggantinya dengan kandidat pilihan pemerintah.

Tiga dekade kemudian, Panchen Lama versi Beijing disebut hanya memiliki fungsi seremonial di dalam struktur resmi China.

“Umat Tibet menolaknya, komunitas Buddha global mengabaikannya, dan dunia tetap mengingat anak yang menghilang itu,” tutur Thondup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved