AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan

Jum'at, 29 Mei 2026 - 18:53 WIB
loading...
AS Dituding Sengaja...
Warga mengibarkan bendera Kuba di Havana. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sengaja menyebabkan kelaparan di Kuba sebagai bagian dari pencekikan ekonomi terhadap pulau tersebut. Pendapat itu diungkap profesor City University of New York, Danny Shaw, dalam wawancara dengan Rick Sanchez dari RT.

Berbicara di acara Sanchez Effect, Shaw, sarjana etnografi, membahas kunjungannya baru-baru ini ke Kuba dan berpendapat AS adalah penyebab utama ketidakstabilan tersebut.

“Kebijakan luar negeri AS selama 67 tahun terakhir telah melakukan segala upaya untuk mengganggu ekonomi Kuba, segala bentuk harmoni sosial dan ekonomi,” kata Shaw.

“Departemen Luar Negeri, semua lembaga yang berbeda ini, CIA, mereka tahu persis berapa banyak kalori yang dapat diakses warga Kuba, dan setiap hari jumlahnya semakin berkurang,” tambahnya. “Saya menyaksikan kelaparan yang luar biasa, keputusasaan, kekurangan, kehausan, dan kekurangan air.”

Menurut Shaw, kondisi semakin memburuk sejak pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat blokade sambil mempersiapkan kemungkinan invasi militer.

Ia mengklaim dalam beberapa hal, kekurangan di Kuba telah menjadi lebih buruk daripada di Haiti, negara Karibia lain yang ditandai dengan ketidakstabilan berkepanjangan dan kesulitan ekonomi.

Sanchez, yang lahir di Kuba dan dibesarkan di Miami, mengatakan masalah ini bersifat pribadi baginya.

Ia juga menolak klaim Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahwa krisis ekonomi Kuba yang memburuk terutama merupakan kesalahan pemerintahnya sendiri, dan malah berpendapat, "Amerika Serikat telah menghancurkan Kuba, bukan komunis yang tidak kompeten."

Baca juga: Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved