AS Hendak Kerahkan 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Rusia: Tidak Dapat Diterima!

Jum'at, 29 Mei 2026 - 11:26 WIB
loading...
AS Hendak Kerahkan 5.000...
Rusia bereaksi keras atas keputusan AS yang akan kerahkan 5.000 tentara tambahan ke Polandia. Foto/US Army
A A A
MOSKOW - Moskow bereaksi keras atas keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan mengerahkan 5.000 tentara tambahan ke Polandia, negara NATO yang berbatasan langsung dengan Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa langkah tersebut "tidak dapat diterima".

Juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, mengatakan pada konferensi pers pada hari Kamis bahwa mengurangi jumlah personel militer AS yang ditempatkan di Eropa akan menjadi langkah "rasional, dibenarkan, dan sudah lama tertunda" untuk menstabilkan apa yang digambarkannya sebagai situasi keamanan "tidak seimbang" yang diciptakan oleh kebijakan NATO.

Baca Juga: Awalnya Dibatalkan, Trump Kini Kerahkan 5.000 Tentara AS ke Polandia

Sebaliknya, lanjut dia, pengerahan lebih banyak pasukan Amerika di wilayah tersebut akan menempatkan mereka dalam jangkauan serangan.

Dia mengatakan langkah seperti itu hanya akan meningkatkan ketegangan di Eropa dan memaksa Rusia untuk merespons dengan "langkah-langkah militer-teknis". Zakharova, seperti dikutip Russia Today, menuduh NATO mendorong benua itu menuju konflik "bunuh diri".

Sekitar 10.000 anggota militer Amerika saat ini ditempatkan di Polandia, sebagian besar secara rotasi, sementara sekitar 80.000 ditempatkan di seluruh Eropa. Polandia berbatasan dengan wilayah Kaliningrad Rusia, sebuah eksklave di Laut Baltik.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengirim 5.000 tentara tambahan ke Polandia, salah satu negara NATO yang paling vokal dalam mendukung Ukraina terkait perangnya melawan Rusia.

Pengumuman itu datang setelah Pentagon mengatakan akan menunda rotasi 4.000 pasukan, yang kemudian diremehkan oleh Wakil Presiden J.D. Vance sebagai "penundaan standar".

Trump sering menuduh anggota NATO gagal mengalokasikan cukup dana untuk pertahanan dan baru-baru ini mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman di tengah perselisihan dengan Berlin mengenai perang dengan Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow tidak berniat menyerang anggota NATO kecuali Rusia sendiri diserang terlebih dahulu. Pejabat Rusia menuduh Barat melakukan "militerisasi yang sembrono" dan menyebut ekspansi NATO ke timur sebagai salah satu penyebab konflik Ukraina.

Pada hari Kamis, Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin, mengatakan NATO "secara de facto sedang mempersiapkan konflik militer skala besar di timur."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved