Iran Serang Pangkalan AS sebagai Balasan atas Serangan di Bandar Abbas
Kamis, 28 Mei 2026 - 12:37 WIB
loading...
Wilayah Bandar Abbas, Iran, kembali diserang AS. IRGC Iran membalas dengan menyerang salah satu pangkalan militer AS di Teluk. Foto/Roya News
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis (28/5/2026). Menurut IRGC, serangan ini sebagai balasan atas serangan Amerika di Bandar Abbas.
"Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut menjadi sasaran pada pukul 04.50 pagi," kata IRGC, yang dilansir IRIB.
Baca Juga: Soal Selat Hormuz, TrumpAncam Serang Oma Meski Jadi Sekutu AS
Garda Revolusi tidak memberikan detail lokasi pangkalan militer AS yang jadi target serangan balasan. Namun, sekutu AS; Kuwait, mengatakan pihaknya menanggapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi.
Sebelumnya, militer AS melakukan serangan baru pada Rabu tengah malam di Iran yang menargetkan situs militer. Menurut pejabat Amerika, situs yang diserang telah menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas maritim komersial di Selat Hormuz.
Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan militer AS juga telah mencegat dan menembak jatuh beberapa drone Iran yang menimbulkan ancaman serupa.
Serangan militer AS, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, terjadi selama negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan harga energi global melonjak tajam sejak dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu menolak laporan media pemerintah Iran bahwa Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola pengiriman melalui Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian. Trump mengatakan jalur perairan tersebut akan tetap terbuka.
AS terakhir kali melakukan apa yang disebutnya serangan defensif terhadap Iran pada hari Senin, yang oleh Iran disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Target AS termasuk kapal yang mencoba memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal yang menurut Komando Pusat militer AS atau CENTCOM menimbulkan ancaman bagi pasukan AS.
"Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut menjadi sasaran pada pukul 04.50 pagi," kata IRGC, yang dilansir IRIB.
Baca Juga: Soal Selat Hormuz, TrumpAncam Serang Oma Meski Jadi Sekutu AS
Garda Revolusi tidak memberikan detail lokasi pangkalan militer AS yang jadi target serangan balasan. Namun, sekutu AS; Kuwait, mengatakan pihaknya menanggapi serangan rudal dan drone pada Kamis pagi.
AS Serang Iran Lagi
Sebelumnya, militer AS melakukan serangan baru pada Rabu tengah malam di Iran yang menargetkan situs militer. Menurut pejabat Amerika, situs yang diserang telah menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas maritim komersial di Selat Hormuz.
Pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan militer AS juga telah mencegat dan menembak jatuh beberapa drone Iran yang menimbulkan ancaman serupa.
Serangan militer AS, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, terjadi selama negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan harga energi global melonjak tajam sejak dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu menolak laporan media pemerintah Iran bahwa Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola pengiriman melalui Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian. Trump mengatakan jalur perairan tersebut akan tetap terbuka.
AS terakhir kali melakukan apa yang disebutnya serangan defensif terhadap Iran pada hari Senin, yang oleh Iran disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Target AS termasuk kapal yang mencoba memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal yang menurut Komando Pusat militer AS atau CENTCOM menimbulkan ancaman bagi pasukan AS.
(mas)
Lihat Juga :