IRGC Klaim Perang dengan AS Tidak Mungkin Terjadi Lagi

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB
loading...
IRGC Klaim Perang dengan...
IRGC klaim perang dengan AS tidak mungkin terjadi lagi. Foto/X
A A A
TEHERAN - Seorang pejabat Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammad Akbarzadeh mengatakan pada Rabu bahwa perang kembali dengan Amerika Serikat tidak mungkin terjadi, tetapi memperingatkan bahwa Iran siap menghadapi serangan apa pun.

"Kemungkinan perang rendah karena kelemahan musuh, angkatan bersenjata sedang menunggu dengan amunisi penuh," kata Mohammad Akbarzadeh, wakil kepala politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.

"Jangan ragu bahwa kami akan mengubah wilayah dari Chabahar hingga Mahshahr menjadi kuburan bagi para agresor," katanya, menyebutkan tempat-tempat di setiap ujung pantai selatan Iran yang panjang.

Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan membalas serangan militer baru yang menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal-kapal penebar ranjau di dekat Selat Hormuz yang strategis.

Iran mengutuk serangan AS sebagai "pelanggaran berat" terhadap gencatan senjata.



Serangan tersebut menandai serangan langsung pertama AS di dalam Iran sejak kerangka gencatan senjata yang rapuh mulai terbentuk awal bulan ini.

Menurut Komando Pusat AS, pasukan Amerika melancarkan apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap baterai rudal dan kapal yang diduga mengancam pesawat AS dan jalur pelayaran komersial di Iran selatan. Iran mengutuk operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dan memperingatkan Washington bahwa serangan lebih lanjut akan memicu tanggapan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata, namun ancaman militer baru, serangan, dan ketegangan baru di Selat Hormuz muncul beberapa hari—dan terkadang beberapa jam—kemudian.

Selama berminggu-minggu, Trump bergantian antara menyatakan kemajuan diplomatik, mengancam dengan kekuatan militer yang luar biasa, dan menunda serangan, menciptakan pola yang awalnya menggerakkan pasar minyak dan saham global dengan tajam tetapi sekarang semakin disambut dengan skeptisisme oleh investor dan analis.

Retorika yang berubah-ubah telah menjadi salah satu ciri khas konflik yang meletus pada 28 Februari, karena Washington dan Teheran tetap terjebak dalam siklus permainan di ambang batas, negosiasi yang gagal, dan upaya gencatan senjata yang rapuh.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 Jakarta–Bandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved