Iran Tuntut Pencairan Dana Beku Rp428 Triliun dalam Kesepakatan Potensial dengan AS

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB
loading...
Iran Tuntut Pencairan...
Warga melintasi baleho di Teheran, Iran. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran yang mengatakan aset Iran yang dibekukan senilai USD24 miliar (Rp428 triliun) harus dicairkan dalam kesepakatan potensial apa pun dengan Amerika Serikat (AS).

Sumber tersebut mengatakan posisi Teheran adalah setengah dari jumlah tersebut – USD12 miliar – harus dicairkan ketika nota kesepahaman diumumkan, dengan sisanya dicairkan dalam waktu 60 hari.

Kantor berita tersebut mengatakan negosiator utama Iran, Mohammad Baqr Qalibaf, melakukan perjalanan ke Qatar untuk mencapai kesepakatan tentang mekanisme untuk menerapkan tuntutan ini.

Sumber yang "terinformasi" yang dikutip kantor berita Tasnim Iran menggambarkan diskusi oleh para negosiator Iran di Qatar sebagai "baik secara keseluruhan" dan mengatakan pembicaraan tersebut "menghasilkan kemajuan dalam negosiasi secara keseluruhan".

“Pada saat yang sama, jangan lupa bahwa Amerika Serikat dikenal sebagai pihak yang tidak dapat diandalkan, dan karena alasan ini Iran memandang masalah ini dengan sangat hati-hati,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, Beijing telah mendesak Teheran dan Washington untuk mematuhi gencatan senjata dalam perang AS-Israel di Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved