Presiden Iran Serukan Perombakan Pertahanan, Sebut Kehadiran Militer AS Gagal di Teluk

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:29 WIB
loading...
Presiden Iran Serukan...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada para komandan militer bahwa negara-negara regional menyimpulkan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk "telah gagal menjamin keamanan jangka panjang mereka". Dia menyebut, "mengandalkan Amerika untuk keamanan adalah gagasan yang tidak realistis dan tidak efektif".

Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan Iran, Pezeshkian juga menyerukan pembaruan struktur pertahanan Iran, memperingatkan, "Musuh telah memperoleh teknologi dan alat baru."

Angkatan bersenjata harus mengejar "keunggulan teknologi dan peningkatan kemampuan pertahanan" melalui penggunaan universitas, pusat ilmiah, dan perusahaan berbasis pengetahuan yang lebih besar, katanya.

Pezeshkian juga berterima kasih kepada militer atas "komitmennya terhadap tugas-tugas profesional dan menghindari isu-isu politik dan partisan."

"Pendekatan profesional dan bertanggung jawab ini – berdasarkan kepentingan nasional – dianggap sebagai aset berharga bagi negara dan sistem," katanya.

Sementara itu, juru bicara pasukan Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan setiap agresi baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang "jauh lebih keras" dan meluas hingga ke luar kawasan.

Dalam komentar yang dimuat kantor berita Fars Iran, Shekarchi mengatakan jika terjadi perang lagi, serangan Iran akan meluas hingga ke luar perbatasan kawasan dan akan lebih berat serta lebih brutal daripada sebelumnya.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Haji, Bersumpah Israel akan Diberantas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved