China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:57 WIB
loading...
A A A
Meskipun Pasukan Bela Diri Jepang memiliki kemampuan udara dan maritim yang lebih kuat daripada kebanyakan militer berbagai negara, mereka secara hukum dibatasi untuk beroperasi dalam membela tanah air Jepang di bawah konstitusi pasifis pascaperang Jepang.

Namun, para pemimpin Jepang dalam beberapa tahun terakhir telah berupaya untuk memperluas peran militer. Mending mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, misalnya, telah mendorong kekuatan yang lebih sesuai dengan kedudukan diplomatik Jepang, sebagian didorong oleh kekhawatiran atas peningkatan militer China yang cepat dan ancaman terhadap Taiwan yang bertetangga.

Sejak menjabat pada bulan Oktober, Takaichi, seorang anak didik Abe, sebagian besar melanjutkan pendekatan tersebut, didukung oleh mayoritas yang kuat di parlemen.

Pengeluaran pertahanan negara tersebut juga berada pada jalur yang tepat untuk mencapai 2 persen dari PDB, sesuai dengan patokan yang dipersyaratkan bagi anggota NATO.

Pada bulan April, kabinet Takaichi juga melonggarkan pembatasan ekspor pertahanan yang telah berlaku selama beberapa dekade untuk memungkinkan penjualan persenjataan mematikan, meskipun transfer masih harus disetujui berdasarkan kasus per kasus dan terbatas pada negara-negara sahabat.

Presiden China Xi Jinping dilaporkan menyampaikan kekhawatiran tentang peningkatan pertahanan Jepang selama pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing awal bulan ini. Dia sangat mengkritik peningkatan pengeluaran pertahanan Jepang, sebuah keluhan yang dilaporkan mengejutkan para pejabat AS karena masalah tersebut belum diidentifikasi sebelumnya sebagai prioritas KTT, menurut laporan Financial Times.

Menurut Takaichi, dalam panggilan telepon tak lama setelah menyelesaikan kunjungan dua harinya ke China, Trump menegaskan kembali aliansi Washington yang "tak tergoyahkan" dengan Tokyo.

Jepang adalah sekutu terkuat Amerika Serikat di Asia. Negara ini menampung sekitar 54.000 tentara AS di 15 pangkalan utama dan lebih dari 100 fasilitas yang lebih kecil. Jepang juga merupakan mata rantai kunci dalam apa yang disebut Rantai Pulau Pertama—rangkaian pulau yang membentang ke selatan menuju Borneo yang dianggap penting oleh para perencana Pentagon dalam potensi konflik apa pun dengan China.

Tokyo pada hari Senin menekankan bahwa postur pertahanan Jepang tetap tidak berubah.

"Jepang memiliki kemampuan pertahanan minimum untuk melindungi Jepang, dan apa yang disebutkan oleh China tidak benar. Pada periode pascaperang, Jepang telah menjadi negara yang berorientasi pada perdamaian. Sikap itu akan tetap sama," kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara selama konferensi pers rutin.

Jepang dijadwalkan akan menjamu sekutu utama AS lainnya minggu ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Bikin Gemes! 5 Anak...
Bikin Gemes! 5 Anak Kucing 'Pemarah' Hibur Pengunjung Kebun Binatang
Rekomendasi
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved