Trump Beri Opsi Uranium Iran Diserahkan ke AS atau Dihancurkan di Tempat

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:33 WIB
loading...
Trump Beri Opsi Uranium...
Presiden AS Donald Trump memberi opsi kepada Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Amerika untuk dihancurkan atau memilih dihancurkan di tempat. Foto/White House
A A A
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) memberi dua opsi kepada Iran terkait kepemilikan uranium yang diperkaya. Opsi pertama menyerahkannya kepada Washington untuk dihancurkan, sedangkan opsi kedua dihancurkan di tempat atau di lokasi lain yang dapat diterima.

Opsi itu disampaikan saat Washington dan Teheran sedang bersiap untuk negosiasi lagi. Para negosiator kedua negara telah tiba di Qatar pada hari Senin untuk melanjutkan perundingan yang terhenti.

Baca Juga: Jet Tempur AS Serang Kapal dan Situs Rudal Iran, Ledakan Dahsyat Guncang Bandar Abbas

Trump mengatakan keputusan apa pun akan diambil "bersamaan dan berkolaborasi" dengan Iran, yang menandakan pelonggaran sikap Teheran saat kedua negara berupaya mencapai kesepakatan perdamaian.

"Uranium yang diperkaya (debu nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dihancurkan atau, lebih disukai, bersamaan dan berkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dihancurkan di tempat atau, di lokasi lain yang dapat diterima, dengan Komisi Energi Atom, atau yang setara dengannya, menjadi saksi proses dan peristiwa ini," tulis Trump di Truth Social.

Pernyataan Trump juga mengonfirmasi laporan New York Times bahwa Iran pada prinsipnya telah setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya sebagai bagian dari kerangka kerja yang dipimpin AS yang bertujuan untuk menghentikan konflik regional.

Hal ini juga menyelesaikan perbedaan utama antara kedua negara, sebagaimana yang dilaporkan CNN sebelumnya bahwa ketidaksepakatan mengenai "bahasa tentang program nuklir Iran dan pencabutan sanksi" telah memperlambat penyelesaian pemahaman yang lebih luas untuk menyelesaikan kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Seorang pejabat AS mencatat bahwa kehadiran delegasi Iran di Qatar pada hari Senin, termasuk anggota senior tim negosiasi Teheran, dipandang sebagai perkembangan positif, dengan menyebutkan peran Qatar sebagai mediator dalam memfasilitasi dialog, menurut laporan CNN, Selasa (26/5/2026).

Sebelumnya, Trump telah menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang akan datang dengan Teheran akan benar-benar terwujud sebagai kesepakatan yang "hebat dan bermakna", atau pemerintah akan sepenuhnya mundur, karena pembicaraan diplomatik yang bertujuan untuk secara resmi mengakhiri konflik terus berlanjut.

Melalui Truth Social, Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang diharapkan masih belum selesai, dan memperingatkan bahwa kesepakatan itu hanya akan terwujud jika memenuhi kriteria spesifiknya.

Mengulangi pendiriannya yang teguh mengenai keterlibatan diplomatik, Trump menulis, "Kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesepakatan yang hebat dan bermakna, atau tidak akan ada kesepakatan sama sekali."

Iran telah mengisyaratkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesimpulan mengenai sejumlah besar topik, tetapi menunjuk pada kekhawatiran atas perubahan posisi Washington yang sering terjadi, yang mempersulit negosiasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan, "Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada sebagian besar topik diskusi, tetapi untuk mengatakan bahwa ini berarti penandatanganan perjanjian yang akan segera terjadi adalah sesuatu yang tidak dapat diklaim oleh siapa pun. Perubahan posisi para pejabat Amerika yang sering terjadi mempersulit setiap negosiasi."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved