3 Alasan 5 Negara NATO Ini Tolak Rencana Pendanaan Wajib untuk Ukraina

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Pendanaan wajib dimaksudkan sebagai bukti komitmen berkelanjutan terhadap Ukraina oleh anggota-anggota Eropa dari blok tersebut setelah bantuan Amerika kepada pemerintah Vladimir Zelenskyy menurun secara signifikan di bawah Presiden AS Donald Trump, tambahnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa “Inggris terus berdiskusi dengan sekutu NATO mengenai semua proposal untuk memastikan aliansi tersebut dapat memberikan dukungan terbaik bagi Ukraina.”

3. Memperpanjang Konflik Ukraina

Moskow telah berulang kali mengecam bantuan Barat kepada Kiev, dengan mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak akan mencegahnya mencapai tujuannya dalam konflik Ukraina dan hanya memperpanjang pertempuran, meningkatkan risiko bentrokan langsung antara Rusia dan NATO.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pekan lalu bahwa NATO telah menggunakan Ukraina “dengan tujuan yang jelas untuk menciptakan masalah bagi keberadaan negara kita dan menyiapkan landasan bagi ancaman terhadap keamanan kita tepat di perbatasan kita.” Gagasan untuk “mendekolonisasi” Rusia belum ditinggalkan oleh blok tersebut, ia memperingatkan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved