Rusia Akui Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Berkemampuan Nuklir

Senin, 25 Mei 2026 - 07:11 WIB
loading...
Rusia Akui Bombardir...
Rusia akui gunakan rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir untuk membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari. Foto/Telegram/Layanan Keamanan Negara Ukraina
A A A
MOSKOW - Rusia mengakui telah membombardir Ibu Kota Ukraina, Kyiv, secara besar-besaran dengan rudal hipersonik Oreshnik dan berbagai misil canggih lainnya pada Minggu dini hari. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan kengerian serangan itu sebagai "hal yang benar-benar gila".

Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Bombardir Ibu Kota Ukraina Diduga dengan Rudal Hipersonik Oreshnik

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan menargetkan basis militer di Kyiv. Senjata yang digunakan adalah rudal hipersonik jarak menengah Oreshnik, rudal balistik Iskander, rudal jelajah hipersonik Kinzhal dan Zircon—yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat—, dan drone serang.

Rudal hipersonik Oreshnik dapat membawa hulu ledak nuklir. Ini menjadi yang ketiga kalinya misil canggih Rusia ini digunakan dalam perang di Ukraina.

Serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk "mengajukan proposal" guna merespons menanggapi serangan pesawat tak berawak (UAV) Ukraina terhadap asrama perguruan tinggi pelatihan guru di Luhansk, yang menewaskan 21 orang dan melukai 42 orang, sebagian besar gadis remaja.

Menurut Kementerian tersebut, pengeboman hari Minggu menargetkan fasilitas komando dan kendali militer Ukraina, pangkalan udara, dan perusahaan industri pertahanan negara itu. Kementerian iu mengeklaim tidak ada serangan yang direncanakan atau dilakukan terhadap infrastruktur sipil.

"Tujuan serangan telah tercapai. Semua target yang ditentukan telah dihantam," katanya.

Presiden Zelensky menulis di X bahwa serangan Rusia kemarin menjadi serangan paling parah yang menghantam Kyiv.

Menurutnya, rudal Oreshnik telah menghantam kota Bila Tserkva di wilayah Kyiv. Beda dengan klaim Rusia, Zelensky menyebut misil itu juga menghantam fasilitas penyediaan air, membakar pasar, dan merusak puluhan bangunan tempat tinggal dan beberapa sekolah.

“Mereka benar-benar gila,” tulis Zelensky di Telegram, seperti dikutip The Guardian, Senin (25/6/2026).

Zelensky menggambarkan “serangan berat” yang menargetkan Kyiv melibatkan 600 drone dan 90 rudal berbagai jenis, 36 di antaranya adalah rudal balistik.

“Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil dicegat—jumlah serangan terbanyak terjadi di Kyiv. Kyiv adalah target utama serangan Rusia ini,” imbuhnya di X. “Penting agar hal ini tidak berlalu tanpa konsekuensi bagi Rusia.”

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan 56 luka-luka, sementara kepala wilayah sekitar Kyiv mengatakan dua orang juga tewas di sana, dan sembilan luka-luka, berdasarkan perkiraan awal.

Klitschko mengatakan kerusakan tercatat di setiap distrik Kyiv, menambahkan bahwa serangan terhadap sebuah sekolah telah menyebabkan kebakaran dan serangan lain terhadap pusat bisnis menyebabkan orang-orang terjebak di tempat perlindungan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
AS Terus Gempur Iran,...
AS Terus Gempur Iran, Serangan Meluas Tak Hanya di Pesisir Selat Hormuz
Rekomendasi
Sudah Lulus tapi Status...
Sudah Lulus tapi Status Belum Eligible Magang Nasional 2026? Ini Penyebab yang Sering Terjadi
Tok! SK PPP Jabar Sah...
Tok! SK PPP Jabar Sah meski Penggugat Hadirkan Taj Yasin sebagai Saksi Kunci
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Berita Terkini
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved