Siapa Tulsi Gabbard? Direktur Intelijen AS yang Rela Mundur karena Pilih Dampingi Suaminya Didiagnosis Kanker Tulang

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI), Gabbard mengatakan musim panas lalu bahwa ia akan memangkas staf kantornya sekitar 40%, mengurangi jumlah pegawainya menjadi sekitar 1.300. Ia memperkirakan pemangkasan tersebut akan menghemat sekitar USD700 juta per tahun. Gabbard mengatakan pada saat itu bahwa ODNI telah menjadi "membengkak dan tidak efisien, dan komunitas intelijen penuh dengan penyalahgunaan kekuasaan."

Dalam sebuah pernyataan tentang kepergiannya, anggota DPR dari Partai Republik, Rick Crawford dari Arkansas, ketua Komite Intelijen DPR, mengatakan Gabbard telah membuat "kemajuan signifikan" pada prioritas Trump, termasuk "menerapkan reformasi yang dibutuhkan untuk mengatasi persenjataan dan politisasi" komunitas intelijen dan "mengambil langkah-langkah nyata untuk meningkatkan transparansi."

Senator Mark Warner dari Virginia, Demokrat terkemuka di Komite Intelijen Senat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengganti Gabbard "harus berkomitmen untuk memulihkan kepercayaan pada kantor tersebut, melindungi integritas intelijen kita, dan memastikan para profesional intelijen negara kita dapat menyampaikan kebenaran kepada kekuasaan, tanpa rasa takut atau campur tangan."

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan presiden "tidak boleh memperlakukan kekosongan ini sebagai kesempatan lain untuk memberi penghargaan kepada loyalis." "Lebih mengutamakan kepentingan politik daripada kompetensi."

"Demokrat di Senat akan melawan setiap calon yang mengutamakan politik Trump di atas keamanan Amerika," kata Demokrat dari New York itu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved