Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Kepala Intelijen AS di Pemerintahan Trump

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Presiden Joe Biden saat itu "membuat kita menghadapi banyak perang di berbagai front di berbagai wilayah di dunia dan lebih dekat ke ambang perang nuklir daripada sebelumnya," kata Gabbard pada acara kampanye Trump di Detroit, Michigan.

Namun, pernyataan Gabbard di masa lalu, termasuk penentangannya terhadap aksi militer melawan Venezuela dan Iran, sangat kontras dengan tindakan pemerintahan Trump.

Tulsi dilaporkan dikesampingkan ketika pemerintahan memutuskan melancarkan penculikan militer terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Setelah awalnya bungkam tentang Iran, Gabbard kemudian membela keputusan pemerintahan Trump untuk melancarkan perang saat ini terhadap Iran bersama Israel, dengan menyatakan presiden, dan bukan komunitas intelijen, "bertanggung jawab untuk menentukan apa yang merupakan dan bukan ancaman yang akan segera terjadi".

Masa Jabatan yang Kontroversial

Beberapa tindakan Gabbard sebagai Direktur Intelijen Nasional juga menjadi sorotan selama masa jabatannya.

Itu termasuk pemecatan para pejabat di Dewan Intelijen Nasional (NIC) tak lama setelah menerbitkan laporan yang bertentangan dengan klaim pemerintahan Trump bahwa pemerintah Venezuela bekerja sama dengan geng Tren de Aragua.

Posisi tersebut merupakan kunci upaya pemerintahan Trump untuk segera mendeportasi warga Venezuela.

Kehadiran Gabbard dalam penggerebekan FBI di pusat pemilihan di negara bagian Georgia, AS, juga menimbulkan pertanyaan, dengan seorang senator Demokrat termasuk di antara mereka yang menyuarakan kekhawatiran bahwa ia telah melampaui wewenang jabatannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved