Demi Perang Melawan Iran, AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan

Jum'at, 22 Mei 2026 - 11:37 WIB
loading...
Demi Perang Melawan...
Amerika Serikat hentikan sementara penjualan senjata senilai lebih dari Rp247 triliun ke Taiwan demi perang melawan Iran. Foto/Lockheed Martin
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengakui telah menghentikan sementara penjualan senjata ke Taiwan untuk memastikan pasukan Washington memiliki amunisi yang memadai dalam perang melawan Iran.

Pengakuan ini disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao dalam sidang Kongres tentang pembelian senjata senilai USD14 miliar (lebih dari Rp247 triliun) oleh Taiwan yang sekarang terhenti.

Baca Juga: Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: 'Saya Ingin China Tenang!'

"Saat ini kami sedang melakukan jeda untuk memastikan kami memiliki amunisi yang kami butuhkan untuk [Operasi] Epic Fury—yang kami miliki banyak," katanya, seperti dikutip AFP, Jumat (22/5/2026).

"Tetapi, kami hanya memastikan kami memiliki semuanya, kemudian penjualan militer ke luar negeri akan dilanjutkan ketika pemerintah menganggap perlu," ujarnya.

Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Cao.

Presiden AS Donald Trump belum berkomitmen untuk melanjutkan penjualan tersebut, menimbulkan kekhawatiran atas komitmennya untuk mendukung Taiwan—pulau yang memerintah sendiri tapi diklaim China sebagai wilayahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Berita Terkini
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved