Iran Janji Perluas Perang ke Luar Kawasan Jika AS-Israel Luncurkan Agresi Lagi

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:13 WIB
loading...
Iran Janji Perluas Perang...
IRGC Iran janji perluas perang hingga ke luar kawasan jika AS dan Israel luncurkan agresi lagi. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berjanji akan memperluas perang hingga ke luar kawasan jika agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran diulangi lagi. Menurut IRGC, pasukannya akan memberikan pukulan dahsyat dari tempat-tempat yang tidak dapat dibayangkan oleh musuh.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu, IRGC mengeluarkan peringatan yang secara langsung ditujukan kepada AS, dengan mengatakan bahwa Amerika dan Zionis Israel telah gagal belajar dari kekalahan strategis besar berulang kali di tangan Revolusi Islam dan sekali lagi menggunakan ancaman.

Baca Juga: Negosiasi Berada di Tahap Akhir, AS Serang Iran Jika Gagal Capai Kesepakatan

“Meskipun mereka menyerang kami dengan kekuatan penuh dua angkatan bersenjata—angkatan bersenjata termahal di dunia—kami tidak mengerahkan seluruh kemampuan Revolusi Islam untuk melawan mereka,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Namun sekarang, jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang telah dijanjikan kali ini akan meluas ke luar kawasan, dan pukulan telak kami akan membawa kalian pada kehancuran total di tempat-tempat yang tidak dapat kalian bayangkan," paparnya.

Pernyataan tersebut, yang dikeluarkan merujuk ayat Al-Qur'an: “Maka perangilah pemimpin-pemimpin kekufuran itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar mereka berhenti"—(Surah At-Taubah, ayat 12)—, mengatakan bahwa IRGC akan menunjukkan kekuatannya di medan perang, bukan melalui pernyataan kosong atau halaman media sosial.

“Kami adalah prajurit, dan kalian akan melihat kekuatan kami di medan perang, bukan dalam pernyataan kosong atau halaman media sosial,” kata IRGC. “Dan tidak ada kemenangan kecuali dari Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Bijaksana.”

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya retorika perang dari Presiden AS Donald Trump, yang dalam beberapa hari terakhir mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika diskusi diplomatik tidak langsung tidak menghasilkan kesepakatan.

Enam minggu sejak Trump menghentikan Operasi Epic Fury untuk gencatan senjata, perundingan untuk mengakhiri perang menunjukkan sedikit kemajuan. Trump mengatakan minggu ini bahwa dia hampir memerintahkan serangan lebih lanjut, tetapi menahan diri untuk memberi waktu bagi negosiasi.

“Kami berada di tahap akhir Iran. Kami akan lihat apa yang terjadi. Entah ada kesepakatan atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi,” katanya pada hari Rabu, yang dilansir Reuters, Kamis (21/5/2026).

“Idealnya saya ingin melihat sedikit orang terbunuh, bukan banyak. Kami bisa melakukannya dengan cara apa pun," ujarnya.

Berbicara kemudian di US Coast Guard Academy, Trump mengulangi retorika pilihan gandanya: “Kami mungkin harus menyerang mereka dengan sangat keras...tetapi mungkin tidak”—dan menegaskan kembali tekadnya untuk tidak membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tulis Grafiti 'Balas Dendam'
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Ketua RT Terima Laporan...
Ketua RT Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Tempat Sutrimo Tergeletak
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved