Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Video tersebut juga menimbulkan kemarahan di Spanyol. “Perlakuan itu mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares saat berada di Berlin, menambahkan bahwa kuasa usaha Israel di Madrid telah dipanggil.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan gambar yang menunjukkan Ben-Gvir mengejek anggota armada bantuan yang menuju Gaza tidak dapat diterima.
“Kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang memperlakukan warga negara kami dengan buruk,” kata Sanchez di X, menambahkan bahwa pemerintahnya akan segera mendorong agar larangan masuk Ben-Gvir ke Spanyol diperluas ke seluruh Uni Eropa.
Lebih lanjut, hal itu memicu reaksi kritis dari Irlandia, yang Menteri Luar Negerinya; Helen McEntee, mengatakan bahwa dia "terkejut dan ngeri" dengan video tersebut. Dia menuntut pembebasan segera para aktivis yang “ditahan secara ilegal”.
Di antara para aktivis tersebut terdapat warga negara Irlandia, termasuk adik perempuan Presiden Catherine Conolly, Margaret Conolly.
Selain itu, video tersebut juga menuai kritik tajam dari Turki. Kementerian Luar Negeri di Ankara mengatakan, "Ben-Gvir sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab dari pemerintahan Netanyahu.”
Video tersebut juga mendapat kecaman di Belanda, di mana Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menyebutnya “mengejutkan dan tidak dapat diterima.”
“Perlakuan terhadap para tahanan ini melanggar martabat manusia. Saya telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada kolega saya dari Israel, Gideon Saar, dan akan memanggil duta besar Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan gambar yang menunjukkan Ben-Gvir mengejek anggota armada bantuan yang menuju Gaza tidak dapat diterima.
“Kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang memperlakukan warga negara kami dengan buruk,” kata Sanchez di X, menambahkan bahwa pemerintahnya akan segera mendorong agar larangan masuk Ben-Gvir ke Spanyol diperluas ke seluruh Uni Eropa.
Lebih lanjut, hal itu memicu reaksi kritis dari Irlandia, yang Menteri Luar Negerinya; Helen McEntee, mengatakan bahwa dia "terkejut dan ngeri" dengan video tersebut. Dia menuntut pembebasan segera para aktivis yang “ditahan secara ilegal”.
Di antara para aktivis tersebut terdapat warga negara Irlandia, termasuk adik perempuan Presiden Catherine Conolly, Margaret Conolly.
Selain itu, video tersebut juga menuai kritik tajam dari Turki. Kementerian Luar Negeri di Ankara mengatakan, "Ben-Gvir sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab dari pemerintahan Netanyahu.”
Video tersebut juga mendapat kecaman di Belanda, di mana Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menyebutnya “mengejutkan dan tidak dapat diterima.”
“Perlakuan terhadap para tahanan ini melanggar martabat manusia. Saya telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada kolega saya dari Israel, Gideon Saar, dan akan memanggil duta besar Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.
Lihat Juga :