Putin Janji Bantu Teheran, Trump: Perang Iran Akan Berakhir dengan Sangat Cepat

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:12 WIB
loading...
Putin Janji Bantu Teheran,...
Putin janji bantu Teheran, Trump ungkap perang Iran akan berakhir dengan sangat cepat, Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para anggota parlemen yang menghadiri acara di Gedung Putih bahwa Washington “akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat”, merujuk pada Iran .

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan; mereka lelah dengan ini,” kata Trump, dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan bahwa “mereka [Iran] memiliki senjata nuklir dalam pikiran mereka, dan kita tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir”.

Dia berkata: “Kita telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dan saya pikir, kita akan segera menyelesaikannya, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mudah-mudahan, kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik.”

Pernyataan Trump muncul ketika Senat yang dikendalikan Partai Republik memberikan suara pada hari Selasa untuk memajukan Resolusi Kekuatan Perang untuk menghentikan perang AS terhadap Iran kecuali presiden menerima persetujuan eksplisit dari Kongres.



Kemudian, apa yang dikatakan Putin selama kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Rusia bulan lalu?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Rusia pada 27 April untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selama pertemuan tersebut, Putin mengatakan Rusia akan tetap menjadi sekutu setia Iran dan memuji rakyat Iran dalam menghadapi perang.

“Kita melihat betapa berani dan heroiknya rakyat Iran berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka,” kata Putin kepada Araghchi.

“Kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda, kepentingan seluruh rakyat di kawasan ini, agar perdamaian dapat tercapai secepat mungkin.”

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan Moskow siap mengulurkan tangan membantu negosiasi antara Iran dan AS, jika perlu, tetapi tidak bermaksud memaksakan jasanya.

“Rusia siap memberikan semua bantuan yang mungkin dalam menyelesaikan konflik ini, yang sudah diketahui oleh kedua pihak. Pada saat yang sama, kami tidak pernah memaksakan dan tidak berniat memaksakan layanan kami. Tetapi jika ada permintaan yang sesuai, kami akan mengulurkan tangan membantu,” katanya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara TASS.

Ryabkov menekankan bahwa Moskow selalu dan tetap “berkomitmen untuk menemukan solusi secara eksklusif melalui jalur politik dan diplomatik”.

Ia mengatakan Rusia menyambut baik upaya Washington dan Teheran untuk melanjutkan proses negosiasi dan mencatat “peran aktif pihak Pakistan dalam menstabilkan situasi dan menciptakan kondisi untuk bergerak menuju perdamaian abadi”.

Sementara itu, PBB telah memangkas perkiraan pertumbuhan global menjadi 2,5 persen tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan 3 persen tahun lalu, dengan alasan biaya energi yang lebih tinggi dan perdagangan yang lebih lemah akibat perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam Laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia terbaru, badan global tersebut memperingatkan bahwa keluarga berpenghasilan rendah di negara-negara berkembang menanggung beban terberat “karena harga pangan dan energi yang lebih tinggi mengambil porsi yang lebih besar dari pengeluaran mereka dan kenaikan biaya melampaui upah”.

Penurunan tajam aliran bantuan dan peningkatan tingkat utang di negara-negara berpenghasilan rendah berarti bahwa pemerintah-pemerintah tersebut memiliki lebih sedikit dana yang tersedia untuk menanggapi krisis, melalui “pengeluaran untuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial”, katanya.

Guncangan ekonomi terbesar dirasakan di Asia Barat, tambahnya, “didorong tidak hanya oleh guncangan energi tetapi juga oleh kerusakan infrastruktur langsung dan gangguan parah terhadap produksi minyak, perdagangan, dan pariwisata”.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Ketua RT Terima Laporan...
Ketua RT Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Tempat Sutrimo Tergeletak
Kisah Londo Ireng, Antek...
Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved