Eks Jenderal Amerika: Perang AS-Israel terhadap Iran Kali Ini Bakal Habis-habisan
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Trump, serangan dibatalkan atas permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
“Saya telah diminta oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung, dan menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya,” tulis Trump di Truth Social pada hari Senin.
Sementara itu, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei; Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa kekuatan militer dan tekad bangsa Iran yang tangguh akan memaksa AS untuk mundur dan menyerah.
Dalam sebuah unggahan di X pada Senin malam, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu mengejek pendekatan Washington yang tidak konsisten dan pengecut.
"Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu untuk serangan militer dan kemudian membatalkannya sendiri, dengan harapan sia-sia untuk memaksa bangsa dan pejabat Iran untuk menyerah!” tulis Rezaei.
“Tangan besi dari angkatan bersenjata yang kuat dan bangsa Iran yang agung akan memaksa mereka untuk mundur dan menyerah,” imbuh dia.
“Saya telah diminta oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung, dan menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya,” tulis Trump di Truth Social pada hari Senin.
Sementara itu, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei; Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa kekuatan militer dan tekad bangsa Iran yang tangguh akan memaksa AS untuk mundur dan menyerah.
Dalam sebuah unggahan di X pada Senin malam, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu mengejek pendekatan Washington yang tidak konsisten dan pengecut.
"Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu untuk serangan militer dan kemudian membatalkannya sendiri, dengan harapan sia-sia untuk memaksa bangsa dan pejabat Iran untuk menyerah!” tulis Rezaei.
“Tangan besi dari angkatan bersenjata yang kuat dan bangsa Iran yang agung akan memaksa mereka untuk mundur dan menyerah,” imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :