AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:26 WIB
loading...
A A A
Rincian lengkap perjanjian pertahanan bersama kedua negara, yang ditandatangani tahun lalu, masih belum jelas. Namun, kedua belah pihak telah mengatakan bahwa negara mereka berkomitmen untuk saling membela dalam menghadapi serangan pihak ketiga.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif pada saat itu mengisyaratkan bahwa perjanjian tersebut secara efektif menempatkan Kerajaan Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.

Pakistan telah lama memberikan dukungan dan pelatihan militer kepada Arab Saudi, di mana Riyadh berperan sebagai sekutu ekonomi yang kuat yang membiayai sebagian besar peralatan yang sekarang telah dikerahkan ke kerajaan tersebut.

Rincian operasi militer kedua negara tersebut menyusul laporan bahwa Arab Saudi melancarkan beberapa serangan rahasia terhadap Iran sebagai balasan atas serangan republik Islam tersebut di dalam kerajaan.

Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa kampanye pembalasan massalnya di Teluk akan berlanjut jika AS dan Israel mengakhiri gencatan senjata yang rapuh, yang berlaku sejak 7-8 April.

AS Batalkan Rencana Serang Iran


Sementara itu, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba membatalkan rencana serangan Amerika terhadap Iran yang sedianya dilakukan pada hari Selasa. Menurutnya, serangan dibatalkan atas permintaan dari para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Saya telah diminta oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung, dan menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya,” tulis Trump di Truth Social pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved